Sabtu, 2009 Juli 18

Kepemimpinan dan Sistem

Pemimpin yang baik harus bisa menciptakan sistem yang baik. Dan sebaliknya, sistem yang baik harus bisa menciptakan calon-calon pemimpin yang baik. Jadi ada konvergensi yang sama pentingnya. Dan relatif wajar apabila pihak-pihak yang berseberangan yaitu pemimpin dan orang2 dalam sistem berbeda pendapat. Karena keduanya melihat dalam sudut pandang yang berbeda tetapi tetap menganggap pemimpin dan sistem yang baik sama-sama dibutuhkan. Pemimpin yg baik tentu menganggap sistem yg baik sangat dibutuhkan. Orang-orang dalam sistem tentu menganggap kita memerlukan kepemimpinan yang baik. Itu hal yang sangat alami di dalam suatu tataran komunitas.

Pada zaman saat ini dimana masih terbawa pada pola pikir feodal atau raja dan masyarakat memang relatif lebih diperlukan sosok seorang pemimpin tunggal. Oleh karena itu relatif untuk saat ini saya menekankan perlunya menjaga agar pemimpin zaman sekarang harus benar2 bersih dan benar2 solid baik dalam karakter maupun substansinya karena metode kepemimpinan saat ini masih sangat mencondongkan pada individualisme semata. Jadi untuk saat ini kepemimpinan harus sangat dijaga sosok siapa dibelakang the most ultimate power tersebut.

Tetapi untuk ke depannya, saya sangat berharap ada perbaikan sistem secara lokal, regional dan global. Seperti mencontoh Uni Eropa dengan sistem bersamanya, dimana setiap hal dan ketentuan dijalankan dengan saling mengawasi dan saling mengatur sehingga dapat terlihat tidak ada dominasi baik dalam sektor keuangan maupun dalam hak asasi manusia. Bahkan uni eropa mencetuskan ketentuan untuk memikirkan unit usaha terkecil dahulu dalam membuat suatu kebijakan ekonomi. Jadi uni eropa adalah cerminan sistem yang bagus untuk dunia ke depannya.

Indonesia juga saat ini bagus, dimana Presiden dan pemerintahan dikelilingi oleh komisi-komisi yang baik peraturannya, mahkamah konstitusi yang mengawasi uud 1945, dan segala lembaga yang saling mengawasi lainnya. Ini juga adalah tata sistem pemerintahan yang sangat baik menurut saya dan perlu dikembangkan semaksimal mungkin beserta sistem pemerintahan yang dijalankan oleh partai politik. Keseimbangan ini harus benar-benar dijaga terus menerus.

Hal ini karena Power Tendent to corrupt, and ultimate power corrupts absolutely. Oleh karena itu perlu sangat amat dijaga agar yg memiliki ultimate power tersebut benar2 orang yang bersih dan solid pada kepribadian dan ilmunya. Tetapi sekali lagi untuk ke depannya perlu ditekankan perubahan power pada individu kepada pola saling pengawasan antar lembaga untuk menciptakan keseimbangan sistem dan saling mengkoreksi agar tercipta suatu kehidupan yang benar2 dibutuhkan oleh segenap manusia.

Untuk ke depannya keseimbangan antara komisi2 independen, mahkamah konstitusi dan sistem pemerintahan partai politik harus diseimbangkan. Karena saya dengan nyata melihat bahwa ada upaya2 nyata yang mengarah kepada amputasi kekuatan terhadap komisi-komisi ini. Padaha komisi-komisi dan sistem pemerintahan politik ini bertugas saling mengkoreksi dan saling memperbaiki demi keutuhan bangsa.

Contohnya :
1. UU Tipikor yang kurang ingin diulas oleh DPR sampai Menteri Hukum dan HAM mencak2 mengatakan DPR tidak serius membahas UU Tipikor. Dan pembongkaran paksa kewenangan KPK sebagai ujung tombak pemberantasan koruptor dan reformasi birokrasi Indonesia.
2. Komisi Perlindungan Saksi dan Korban sampai sekarang masih lumpuh dan tidak berjalan padahal lembaga ini sangat penting untuk membuat hukum di Indonesia berjalan solid dan konsekuen.
3. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi sudah tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Dan lembaga2 negara lainnya yang bertugas saling memperbaiki sistem Republik Indonesia ini.
4. Badan Pemeriksa Keuangan sedang dilucuti nilai-nilainya oleh penyaringan ketua dan pemimpin BPK yang tidak demokratis. Dan bahkan anggota2 DPR yang mencalonkan diri menjadi pemimpin BPK. Hal itu sama saja dengan DPR interview dirinya sendiri.

Banyak upaya-upaya dari POWER (yg tendents to corrupt) saat ini yang berupaya mencegah adanya perbaikan dan saling koreksi sistem di dalam Republik Indonesia. Dan kita harus menyadarinya dan berupaya memperbaikinya.


Pemimpin salah satu tujuan utamanya adalah mewujudkan persatuan. Tetapi persatuan saat ini hanya dapat terwujud apabila kebutuhan ekonomi masyarakat sudah terpenuhi sehingga masyarakah sudah dapat hidup sejahtera. Ketika kebutuhan dasar seseorang dan masyarakat tidak terpenuhi seperti kesejahteraan para pedagang kaki lima di daerah2 wisata yg jarang pengunjung, atau petani yang kesulitan permodalan dan pupuk, jangan harap persatuan dapat terbina.

Walau saya mengakui, persatuan selain oleh kesejahteraan dapat juga semakin erat oleh spiritualitas dan latar belakang kultur historis. Tetapi tetap saja itu hanya penambah rasa persatuan. Sama halnya dengan mengapa Indonesia bersatu merdeka? Karena untuk memperjuangkan sistem kesejahteraan yang merata bagi bangsa Indonesia dan hak-hak ekonomi mereka dirampas oleh VOC.

Dalam tatanan kepemimpinan. seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang siap sedia untuk turun kapanpun rakyat yang dibawahnya menuntut dia untuk mundur. Pemimpin tanpa dukungan rakyat adalah bukan pemimpin. Pemimpin yang didukung oleh rakyat adalah pemimpin. Pemimpin harus siap apapun kemauan rakyat dan sanggup memberikan keteladanan dalam sikap kepemimpinannya.

Tetapi dalam tatanan sistem dibawahnya terlepas dari sudut pandang pemimpin, yaitu dalam tatanan sistem pemimpin hanyalah contoh. Pemimpin di mata sistem yang memang diharuskan dapat mandiri ini, sosok pemimpin yaitu figur, ibarat lukisan di dinding rumah yang dapat inspirasi ketika melihatnya. Karena sistem harus bisa berjalan mandiri terlepas dari siapapun pemimpinnya.

Dalam pembangunan masyarakat harus mencontoh pembangunan aspek terkecil dari masyarakat yaitu individu. Kekuatan terbesar seseorang ada pada tekad dirinya sendiri. Kekuatan terbesar seseorang ada pada kemauannya untuk merubah nasibnya sendiri dengan kerja keras. Kekuatan terbesar seseorang TIDAK ada di luar dirinya sendiri. Dengan membuat seseorang sadar kalau dia adalah ciptaan Tuhan yang paling diutamakan di bumi tercinta ini, maka ia dapat mempunya mental yang mandiri tanpa perlu bergantung kepada orang lain.

Sehingga jika diakumulasikan dalam masyarakat hasil yang didapat sama saja. Mengganti kata seseorang di paragraf di atas dengan kata masyarakat maka didapat
Kekuatan terbesar masyarakat ada pada tekad masyarakat itu sendiri. Kekuatan terbesar masyarakat ada pada kemauannya untuk merubah nasibnya sendiri dengan kerja keras. Kekuatan terbesar masyarakatg TIDAK ada di luar masyarakat itu sendiri. Dengan membuat masyarakat sadar kalau kita adalah ciptaan Tuhan yang paling diutamakan di bumi tercinta ini, maka kita dapat mempunya mental yang mandiri tanpa perlu bergantung kepada orang lain.

Maka kita harus membuat diri kita dan nembuat masyarakat sadar kalau kekuatan itu ada di dalam diri kita dan masyarakat kita sendiri dan bukan pada orang atau bangsa lain. Tetapi tetap kita HARUS berperilaku secara sportif terhadap orang-orang atau bangsa-bangsa lain sesuai etika yang berlaku.

Cara Mengatasi Krisis Ekonomi Korea Utara

Kunci sebuah negara itu dapat menjadi negara maju ada tiga yaitu:
1. Supremasi Hukum di atas semuanya dan Kemauan yang Tegas menindak Korupsi
2. Mendukung Supremasi Ekonomis Kenegaraan dan Mendukung Penuh Teknologi
3. Perlindungan Hak-hak Asasi Manusia dan hak-hak sipil serta kesehatan warga negara

Saat ini negara maju di Asia yang menerapkan ketiganya baru Jepang. Kalau di luar ada Amerika Serikat dan negara-negara besar di Uni Eropa.Republik Rakyat Tiongkokerat kaitannya secara ideologis dan geografis dengan Korea Utara, sehingga sangat diharapkan peran politik luar negerinya untuk menstabilkan krisis ekonomi Korea Utara yang berekses ke hal-hal sosial baik dalam negeri maupun luar negeri Korea Utara. Di dalam Korea Utara haruslah ketiga prinsip negara maju di atas harus diterapkan satu persatu, yaitu supremasi hukum (serta anti korupsi), supremasi ekonomi dan teknologi serta supremasi hak-hak asasi manusia (serta hak-hak sipil).

Sebenarnya jika ditinjau lebih lanjut, Republik Rakyat Tiongkok masih baru menerapkan dua dari prinsip di atas,yaitu hanya :
1. Supremasi Hukum di atas semuanya dan Kemauan yang Tegas menindak Korupsi
2. Mendukung Supremasi Ekonomis Kenegaraan dan Mendukung Penuh Teknologi

dan belum menerapkan yang terakhir yang juga sangat penting yaitu :
3. Perlindungan Hak-hak Asasi Manusia dan hak-hak sipil serta kesehatan warga negara

Saya melihat, jika tiga aturan tersebut berlaku secara tegas yaitu supremasi hukum, supremasi ekonomi dan teknologi serta supremasi hak-hak asasi manusia (serta hak sipil jg), maka tidak memandang sistem apa yang diterapkan di negara tersebut (demokratis, komunis, republik, federal, kerajaan, dll) atau agama apapun yg dianut, sangat besar kemungkinan dan potensi negara tersebut menjadi negara maju.

Sehingga saya sangat berharap RRT sebagai salah satu negara terbaik dunia dapat membuktikan diri dan pengaruhnya menjadi duta perdamaian dunia di Korea Utara dengan memberikan bantuan ekonomi dan sosial terhadap krisis sosial ekonomi yang saat ini menimpa Korea Utara dalam segala hal termasuk ketiga hal di atas untuk menjunjung tinggi kestabilan kawasan dan perlindungan hak-hak asasi manusia dan hak-hak sipil yang dilaksanakan oleh RRT melalui kebijakan luar negerinya kepada Korea Utara.

Cara mengatasi krisis ekonomi Zimbabwe

Review dan analisis ekonomi Zimbabwe

Kita ketahui bahwa Zimbabwe adalah negara dengan tingkat hiperinflasi yang sangat tinggi di dunia yaitu 213 persen. Hal ini diakibatkan oleh defisit Zimbabwe adalah 240% dari GDP mereka. Sehingga pemerintah Zimbabwe mengatasi krisis tersebut dengan terus menerus mencetak uang yang tentu saja meningkatkan beban hutang mereka. Pencetakan uang sangat berlebih ini memicu Dolar Zimbabwe mengalami devaluasi yang besar pula.

Tentunya keadaan ini sudah pasti akan memicu keadaan hiperinflasi yang luar biasa pada Zimbabwe. Sehingga Zimbabwe terpaksa menghilangkan 12 digit angka dari nilai uangnya untuk mengurangi cost of printing.

Kondisi hiperinflasi ini mengakibatkan nilai mata uang zimbabwe yaitu dollar zimbabwe tidak laku di pasar karena jumlahnya sangat berlebihan. Karena kondisi inflasi setinggi itu membuat harga barang di pasar akan berkali lipat dua kali setidaknya dalam sehari. Karena kondisi hiperinflasi akan membuat nilai uang sebagai penyimpan nilai dan alat tukar akan sama sekali jatuh sehingga tidak laku sama sekali.

Untuk hal ini, maka pemerintah Zimbabwe perlu mengganti mata uangnya dengan mata uang yang relatif stabil. Dan badan dunia perlu membuat suatu lembaga sejenis African Development Bank, yang gunanya akan memerikan pinjaman pembangunan berbunga rendah bagi sektor pendidikan, pertanian, dan kesehaan. Dan juga perlu dibentuk fasilitator penyuluhan bagi pertanian di Zimbabwe untuk dapat menggunakan teknologi pertanian dan irigasi supaya dapat menekan inflasi dari sisi supply.

Waspada Masalah Ekonomi dalam bidang Lingkungan

Hujan dan badai yang relatif lebih tinggi tahun dan tahun depan ini dibanding tahun lalu ini harus diantisipasi oleh pemerintah Indonesia at dengan selalu memperbaharui informasi penyuluhan ekonomi pertanian, perkebunan dan perikanan. Karena masalah pemanasan global akan semakin dahsyat sampai waktu-waktu ke depannya.Oleh karena itu tentunya data tahun lalu akan kurang terpakai karena tahun ini tantangannya lebih berat.

Pemerintah harus bisa bekerjasama dengan Bank Indonesia, Bank Nasional dan Bank Pembangunan Daerah dalam pengembangan ekonomi sumber daya alam. Semua pihak yang berwenang dan berwajibi harus bisa memperbaharui, mensosialisasikan informasi, serta memberikan akses permodalan yang tepat kepada para petani, pekebun, dan nelayan supaya mereka dapat memperluas cakupan usahanya dan dapat meningkatkan manajemen resiko terhadap perubahan iklim global yang semakin hebat tahun ini.

Pelatihan Manajemen Resiko Sumber Daya Alam (pertanian, perkebunan dan perikanan) untuk beradaptasi terhadap krisis pemanasan global dan ancaman krisis pangan global oleh karenanya HARUS diberikan oleh pemerintah bekerja sama dengan instansi-instansi negara dan pemerintahan serta Bank Indonesia.

Dan pemerintah haruslah memberikan akses infrastruktur yang lebih luas dan banyak kepada para petani dan pekebun karena sudah dipastikan jalanan Indonesia khususnya di kawasan pertanian dan perkebunan sudah rusak berat karena diakibatkan selain jalanannya berada di sektor pedalaman juga karena sangat kurangnya perawatan terhadap infrastruktur yang ada.

Untuk hal ini, pemerintah harus bekerjasama meningkatkan akses masyarakat ekonomi pertanian dan perkebunan dalam infrastruktur yang sangat kurang di kawasan pertanian, perikanan dan perkebunan khususnya pedalaman (kawasan pertanian dan perkebunan) ini agar dapat meningkatkan PDB Indonesia dan yang jauh kebih penting, meningkatkan dan menjaga kapasitas KETAHANAN PANGAN Republik Indonesia yang kita cintai ini.

NB : Pemerintah di sini adalah Pemerintah Pusat dan Pemerintah-pemerintah Daerah

Masalah Pendidikan Indonesia

Sudah sejak lama bangsa ini digerogoti oleh kemunduran dalam kemajuan pendidikan.

Negara itu dapat disamakan dengan rumah tangga keluarga. Sehingga dalam setiap aspek pengaturannya, dapat dikonotasikan dengan bagaimana mengatur sebuah rumah tangga yang harmonis di dalam dan rukun dengan tetangga.

Rumah tangga Indonesia kita ini memiliki halaman yang sangat luas, dengan banyak tanah dan sumber kolam air yang subur sampai2 banyak tetangga yang bernafsu untuk mengontrak setiap lahan rumah tangga kita di belakang rumah, di depan rumah, dan di samping rumah untuk dieksploitasi dan dikirim ke rumah mereka sendiri.

Dan kita memang terpaksa menerima mereka? Kenapa ? Kita tidak punya pilihan. Selain karena kita dipaksa untuk menerima mereka karena kita mempunyai mental penakut kalau kita tidak mengizinkan mereka mengontrak lahan2 rumah tangga kita nanti kita akan dibalas, keperluan kita akan komisi yang didapat dengan kontrakan kita. Dan alasan yg paling vital adalah, kita tidak tahu bagaimana mengolah lahan kita sendiri.

Bayangkan! Ayah dan ibu kita sendiri lebih mendahulukan tetangga untuk mengontrak lahan kita karena ayah dan ibu kita tidak tahu bagaimana mengolah lahan rumah kita sendiri ???? Dan bukannya membiarkan anak-anaknya untuk mengolah lahan-lahan milik sendiri, ayah dan ibu kita malah lebih peduli dengan aturan dari kepala desa yang memberlakukan bahwa setiap rumah tangga harus menghancurkan pagar pengaman rumahnya sehingga setiap teman-teman kepala desa dan terutama kepala desanya sendiri berhak untuk mengeksploitasi setiap lahan rumah tangga yang ada untuk keuntungan pribadinya sendiri.

Dan dimana ayah dan ibu kita berdiri????

Sebuah rumah tangga yang baik adalah rumah tangga yang memandang jauh ke depan. Sebuah keluarga yang baik adalah sebuah keluarga yang tidak mau anaknya miskin dan bodoh seperti dirinya, sampai-sampai kepala rumah tangganya rela mencari hutang kesana kemari, bekerja sampai larut malam, dan ibunya rela bekerja di pasar pagi menjual sayuran dan beras untuk keperluan pendidikan dan sekolah anaknya, agar anaknya lebih pintar dan bijak daripada dirinya serta tidak egois.

Tetapi apakah yang terjadi ???

Kepala rumah tangga malah sibuk mencari hutang hanya untuk memenuhi pemikiran dangkalnya yaitu hanya memikirkan "Kalau besok anak istri saya sudah bisa makan nasi uduk, ayam, baso, dan sayur yang enak kiriman tetangga yang bahan-bahannya diambil dari kebun saya sendiri, wuiiihhhhh itu saja sudah cukup kok. Ngapain saya harus repot-repot kerja sampai larut malam untuk perhatikan sekolah anak saya sendiri. Gitu aja kok repot??? "

Perpustakaan Gratis Online

1. Universitas Indonesia

http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/


2. Institusi Keuangan - Bank Indonesia

Jurnal Ekonomi
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Jurnal+Ekonomi/

Materi Seminar dan Kertas Kerja
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi...ateri+Seminar/

Perbankan dan Stabilitas Keuangan
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi...itas+Keuangan/

Kebijakan Moneter
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Kebijakan+Moneter/

Publikasi lainnya
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Publikasi+Lain/


Luar Negeri

1. HARVARD (HHID)


2.Journal Free Stanford University






Umum

Directory of Open Access Journals (DOAJ)
(Note : free, full text, quality controlled scientific and scholarly journals)


World libraries
Vol. 1, no. 1 (Summer 1990)-


Times Higher Education
31 October 1994 onwards




Ekonomi

Bank for International Settlements (BIS): Publications & Statistics
includes Annual Reports (67th Annual Report: 1st April 1996 - 31st March 1997 onwards), Working Papers (No. 1, Apr. 1980 onwards), BIS Papers, International Financial Statistics, etc.

Annual report / Hongkong Electric Holdings Limited
Free access from 1996-


Bank of England: Annual Report
2000 -2005

Bank of England: Minutes & Press Notices
(Jun. 1997)-


Bank of England: Quarterly Bulletin
1994 - 2005


Business Expectations Survey: Commerce & Services Sectors (Dept. of Statistics)
1st Quarterly (2001)-


CEPR (Centre for Economic Policy Research) Discussion Papers (Australian National University)
DP 396 (1999)-


The Cutting Edge (NUS Business School)
Iss. 1 (Feb/Mar 2004)-


Finance & Development
Vol. 33, no. 1 (Mar. 1996)-


Financial Stability Report (Bank of England)
Issue 1 (Autumn 1996) -


International journal of entrepreneurship and innovation (Swetswise)
Vol. 6, no. 1 (Feb. 2005)-


Ivey Business Journal Online -
Vol. 66, No. 6 (Sep./Oct. 2002)-


Public Finance (CIPFA)
1998 -


Today's Manager Magazine (SIM)
(Feb.-Mar. 1999)-


World Development Report
1978 -




Ilmu Sosial dan Seni

Bright Lights
Issue 16 (Apr. 1996) -


Comparative Literature and Culture
Vol. 1, no. 1 (Mar. 1999) –


Contrary
Autumn 2003 –


International Journal of Design
E-ISSN : 1994-036X
Fulltext from Vol. 1, no. 1 (April 2007)-

International Journal of Educational Management (Emerald)
Vol. 8, no. 1 (1994)-


Jump Cut (Media Studies)
Issue 1 (May-June 1974) -


Leonardo Electronic Almanac
Vol. 1 (Sep 1993)-


Media Studies Journal (Freedom Forum)
Vol. 14, no. 3 (Fall 2000) issue

Teknik dan Matematika

Acoustical Research Letters Online - ARLO (ASA)
(Mar. 1999 - Dec. 2005)

American Ceramic Society Bulletin (ACS)
(Aug. 1998)-

Chemistry ?An Asian Journal (Wiley)
Vol. 1, no. 1/2 (July. 2006)- Complimentary Online Access until 2007

Chemical Innovation (ACS)
Archive: Vol. 30, no. 9 (Sep. 2000)-Vol. 31, no. 12 (Dec. 2001)
Archive: Vol. 30, no. 1 (Jan. 2000)-Vol. 30, no. 8 (Aug. 2000) incomplete: full-text available for selected articles only
(Note : From 2002 onwards, ceased publication. Previous title was "CHEMTECH")

CHEMTECH (ACS)
Archive: Vol. 28, no. 2 (Feb. 1998)-Vol. 29, no. 12 (Dec. 1999) incomplete: full-text available for selected articles only
(Note : From 2000 onwards, title changed to "Chemical Innovation")

Computers in Physics (AIP)
Archive: Vol. 11, iss. 1 (Jan. 1997)-Vol. 12, iss. 6, (Nov. 1998)
(Note : From 1999 onwards, title changed to "Computing in Science and Engineering")

Distributed Systems Engineering (IOP)
Archive: Vol. 1, no. 1 (Sep. 1993)-Vol. 6, no. 4 (Dec. 1999)
(Note : Discontinued)

Education Statistics Digest Online (MOE)
1990-2005

EURASIP Journal on Wireless Communications and Networking
Vol. 2004, no. 1 (1 Aug 2004)-

Geochemistry, Geophysics, Geosystems (AGU Digital Library)
1999-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Geophysical Research Letters (AGU Digital Library)
1974-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Global Biogeochemical Cycles (AGU Digital Library)
1987-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

IBM Journal of Research and Development (IBM) -
Vol. 41, nos. 1/2 (1997)-

IEEJ Transactions on Electrical and Electronic Engineering (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (May. 2006)- Complimentary Online Access until 2007

The Industrial Physicist
Vol. 1, no. 1 (Jul. 1995)-

Journal of Biomechanics (Elsevier) -
Vol. 31, iss. 1 (Nov. 1997)-

Journal of Chemical Education
Vol. 22 , no. 1 (Jan. 1945)

Journal of Geophysical Research (AGU Digital Library)
1896-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Journal of Machine Learning Research
Vol. 1 (Oct. 2000)-

Laser Physics Review (Wiley)
No issues available yet- Complimentary Online Access until 2007

New Journal of Physics (IOP)
Vol. 1 (1998-1999)-

Nonlinear Processes in Geophysics (AGU Digital Library)
1994-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Philosophical Transactions. Mathematical, Physical and Engineering Sciences (Royal Society)
Vol. 355, no. 1722 (15 Jan 1997)- except current 2 years
Archive: Vols. 354-356, 1996-1998 [via JSTOR, moving wall: 5 yrs]

Reviews of Geophysics (AGU Digital Library)
1963-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Terra et aqua : international journal on public works, ports, and waterways development
issue 59 (Jun. 1995)-

Water Resources Research (AGU Digital Library)
1965-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Science & Technology Review
Jul 1995 -

CIO.com & CIO Magazine (CXO Media Inc.) - Computing (IT)
(15 Sep 1994)- incomplete

DB2 Magazine (CMP Media/IBM)
Vol. 1, No. 1 (Winter 1996)-

Zapiski Nauchnyh Seminarov POMI (Math)
Vol. 249, (1997)-

Optics Express (OSA)
Vol. 1, no. 1 (7 July 1997)-

Medis dan Kesehatan

AgBioForum (University of Missouri-Columbia, EMAC)
Vol. 1, no. 1 (1998)-


Applied and Environmental Microbiology (ASM)
Vol. 61, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mths


Antimicrobial Agents and Chemotherapy (ASM)
Vol. 39, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mth


Biotechnology Journal (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Jan. 2006)- Complimentary Online Access throughout 2006


Cancer Research (AACR)
Vol. 59, no. 1 (Jan. 1999)- except current 12 mths


BMJ.com
Vol. 308, no. 1 (Jan. 1994)


ChemMedChem (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Jan. 2006)- Complimentary Online Access throughout 2006


Clinical and Diagnostic Laboratory Immunology (ASM)
Vol. 2, no. 1 (Jan. 1994)- except current 6 mths


Clinical Microbiology Reviews (ASM)
Vol. 8, no. 1 (Jan. 1988)- except current 12 mths


Contrast Media & Molecular Imaging (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Jan/Feb 2006)- Complimentary Online Access until 2007


Drug Metabolism Disposition
Vol. 25, no. 1 (1997)-Vol. 33, no. 12 (2005)


Endocrine Reviews (Endocrine Society)
Vol. 13, no. 1 (Feb. 1992)- except current 12 mths


Endocrinology (Endocrine Society)
Vol. 130, no. 1 (Jan. 1992)- except current 12 mths


Environmental Health Perspectives
Vol. 2 (1972)-


Eukaryotic Cell (ASM)
Vol. 1, no. 1 (Feb. 2002)- except current 6 mths


Evidence-Based Child Health: A Cochrane Review Journal (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Mar. 2006)- Complimentary Online Access until 2007


Genetic Engineering News (GEN) (Mary Ann Liebert, Inc.)
Vol. 25, no. 1 (Jan. 2005)-


Infection and Immunity (ASM)
Vol. 1, no. 1 (Jan. 1970)- except current 6 mths


Journal of Bacteriology (ASM) -
Vol. 177, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mths


Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (Endocrine Society)
Vol. 82, no. 1 (Jan. 1997)- except current 12 mths


Journal of Clinical Microbiology (ASM) -
Vol. 33, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mths


Journal of Hospital Medicine (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Mar. 2006)- Complimentary Online Access until 2007


Learning and Memory (Cold Spring Harbor Laboratory Press)
Vol. 5, no. 1 (May 1998) - Vol. 11, no. 6 (Nov. 2004)

Microbiology and Molecular Biology Reviews (ASM)
Vol. 59, no. 1 (Mar. 1995)- except current 12 mths

Molecular and Cellular Biology (ASM)
Vol. 15, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mths


Molecular Biology of the Cell
Vol. 8, no. 10 (Jan. 1997)- issues more than 12 months old are free


Molecular Endocrinology (Endocrine Society)
Vol. 11, no. 1 (Jan. 1997)- except current 12 mths


Notes and Records of the Royal Society of London (Royal Society)
Vol. 57, no. 1 (Jan 2003)- except current 2 years
Archive: Vols. 1-52, 1938-1998 [via JSTOR, moving wall: 5 yrs]


Philosophical Transactions. Biological Sciences (Royal Society)
Vol. 352, no. 1349 (29 Jan 1997)- except current 2 years
Archive: Vols. 329-353, 1990-1998 [via JSTOR, moving wall: 5 yrs]


PLoS (Public Library of Science) Biology
Vol. 1, no. 1 (Oct. 2003)-


PLoS (Public Library of Science) Clinical Trials
Vol. 1, no. 1 (Oct. 2006)-


PLoS (Public Library of Science) Computational biology
Vol. 1, no. 1 (2005)-


PLoS (Public Library of Science) Genetics
Vol. 1, no. 1 (2005)-


PLoS (Public Library of Science) Medicine
Vol. 1, no. 1 (2004)-


PLoS (Public Library of Science) Pathogens
Vol. 1, no. 1 (2005)-


Proceedings. Biological Sciences (Royal Society)
Vol. 264, no. 1378 (22 Jan 1997)- except current 2 years
Archive: Vols. 241-265, 1990-1998 [via JSTOR, moving wall: 5 yrs]


Proceedings. Biological Sciences. Biology Letters (Royal Society)
Vol. 1, no. 1 (2005)-


Recent Progress in Hormone Research (Endocrine Society)
Vol. 56 (2001)- except current 12 mths


Webology
Vol. 3, no. 3 (Sep. 2006)

Kritik untuk Kebijakan Stimulus Ekonomi Indonesia

Dalam resesi ekonomi ini dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun dalam kuartal I 2009 dan harga-harga komoditas terutama harga minyak jatuh merupakan pertanda pemerintah harus melakukan intervensi pasar tidak hanya tetap waktu tetapi juga tepat sasaran. Dengan rasio hutang Indonesia yang relatif masih sehat sebagai syarat utama, maka adanya pelaksanaan situlus ekonomi sehingga membebankan APBN Indonesia sampai defisit 2,5% tahun 2009 ini adalah hal relatif wajar.

Maka Indonesia harus mengadakan pembangunan di segala bidang terutama bidang-bidang yang langsung mengena di dalam perekonomian dan mempunyai dampak berlipat ganda terhadap produktivitas masyarakat. Stimulus ekonomi haruslah ditekankan pada pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, fasilitas produktivitas masyarakat, fasilitas pengembangan sumber daya manusia dan stimulus di dalam bidang teknologi. Sehingga ketika krisis sudah selesai, bangsa kita sudah siap bertarung di zona persaingan ekonomi dengan kekuatan penuh yang dipersiapkan tahun ini dan juga stimulus ini dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi secara sementara di dalam periode resesi ekonomi yang sangat langka ini.

Tetapi nampaknya jalan stimulus di Kantor Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan rada memble nih. Sudah pertengahan tahun tetapi yg jalan masih sangat sedikit. Birokrasi stimulus antara Depkeu dan K/L harus diperlancar dan akuntabilitasnya harus dijaga untuk mengatasi hal ini. Harus ada Biro Stimulus Pembangunan Ekonomi yg berada di bawah Menko Ekonomi dan Menkeu untuk memudahkan jalannya stimulus ekonomi. Penjalanan stimulus ekonomi Indonesia harus meniru China dimana efisiensi dan efektivitas sangat berbuah manis dan dilaksanakan secara kuat pengawasan, tepat waktu, dan tepat guna dalam menggerakkan ekonomi nasional Indonesia.

Cara Mengurangi Kemiskinan Indonesia

Kemiskinan erat kaitannya dengan pengangguran. Pengangguran lawannya adalah bekerja. Bagaimana supaya orang2 bisa bekerja? Dengan penciptaan lapangan kerja. Bagaimana agar lapangan kerja banyak tercipta? Dengan memberi orang2 kemudahan untuk berusaha dan berinovasi di dalam masyarakat

Sehingga sebenarnya tidak perlu menunggu investor luar negeri untuk menanamkan Investasi Langsung Luar Negerinya (FDI) di Indonesia baru kita mulai maju.

Saat ini sangat banyak sekali pengusaha mikro, kecil dan menengah yang kesulitan di dalam memperoleh pembiayaan untuk modal usahanya. Padahal secara cashflow mereka layak, tetapi karena mereka jarang bergaul dengan ketentuan2 administrasi perbankan spt harus mempunyai Badan Hukum, punya TDP, punya SIUP kalau mau dagang terutama ekspor, punya SIUJK kalau mau ikut usaha tender konstruksi pemerintah daerah, dan surat2 izin usaha lainnya. Mereka sudah harus berlama2 di birokrasi yg pengurusannya bisa cukup lama, menyita waktu, dan juga dikenai biaya tambahan selain adanya biaya2 siluman dalam pengurusannya.

Padahal kalau kita bisa menghilangkan biaya untuk pembuatan surat2 izin berusaha dan surat2 izin mendirikan badan usaha (atau dikurang seminim mungkin biayanya) maka kita akan menciptakan momentum bagi sektor riil masyarakat terutama sektor mikro, kecil dan menengah untuk berkembang. Di saat mereka sedang hebat2nya dan mau melompat ekspansi, sangat disayangkan mereka terbenturatap tak terlihat yaitu biaya birokrasi dan administrasi berusaha. Kalau atap itu dihilangkan, alangkah baiknya nantinya usaha2 tersebut dapat mempertahankan momentumnya dan berkembang lebih baik dan otomatis akan menciptakan lapangan pekerjaan dan pengangguran.

Hal ini juga sangat menguntungkan bagi pemerintah. Adanya penghapusan biaya administrasi berusaha di birokrasi jgn dilihat sebagai pengurangan pendapatan. Tetapi malah menciptakan penambahan pendapatan. Jika kita cukup teliti dalam melihatnya, ada semacam subsidi silang bagi pemerintah. Dengan kemudahan berusaha, otomatis usaha2 rakyat berkembang lebih pesat dan menciptakan penghasilan lebih. Penghasilan ini akan dikenai pajak, dan juga karyawan2 yg bertambah jg akan dikenai pajak. Barang2 yg beredar jg dikenai pajak PPN, dan meringankan beban pemerintah dlm pengangguran juga.

Jadi ini benar2 Win-Win Solution bagi pemerintah, bagi masyarakat, bagi penciptaan lapangan kerja yang otomatis akan mengurangi pengangguran di dalam masyarakat termasuk DKI Jakarta yg kita cintai.

Pemisahan Ibu Kota Negara dan Ibu Kota Bisnis

Jakarta itu sudah menjadi pusat dari segala yang berbentuk di Indonesia. Mulai dari pusat ekonomi dan bisnis, pusat pemerintahan, pusat kependudukan, pusat kemacetan, pusat hiburan, pusat kesenjangan sosial, pusat pencemaran air dan udara, dan pusat dari urbanisasi masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu untuk alasan :
1. Kestabilan pembangunan Indonesia
2. Kemudahan membangun ekonomi Indonesia
3. Kemudahan pengawasan pertahanan dan keamanan Indonesia dan perwakilan negara-negara sahabat
4. Meringankan beban kehidupan banyak pegawai negeri dan pegawai negara beserta keluarganya baik dalam pendidikan, kesehatan, maupun penghidupan yang layak.
5. Mengurangi kemacetan dan polusi (pencemaran) udara serta air.
6. Membantu penataan kota Jakarta sebagai kota bisnis terbesar Indonesia.
7. Mengurangi ancaman banjir akibat ketidaksanggupan area Jakarta dalam menunjang aktivitas banyak warganya yang berlebih dan kurang secara penataan.
8. Mengureangi ekonomi biaya tinggi yang diakibatkan oleh kemacetan (banyak wktu menganggur di jalan raya) dan polusi yang tinggi yang mempengaruhi biaya kesehatan warga Jakarta.
9. Mengurangi ancaman pertahanan dan keamanan Jakarta selaku tempat Bisnis dan tempat Pemerintahan.
10. Membludaknya beban sampah kota yang sudah tidak bisa ditanggulangi lagi oleh sumber daya pengolahan sampah saat ini.
11. Kemudahan pemfokusan tujuan negara RI dalam fokus tata kelola negara dan pemerintahan dan fokus tata kelola ekonomi terbesar negara.
12. Desentralisasi pembangunan, pengurangan urbanisasi dari desa ke kota, dan penciptaan lapangan kerja di kota lain.

Tentunya sangat menyedihkan sebuah ibukota negara terbesar di ASEAN menjadi contoh terburuk dalam kesehatan warga kotanya sendiri. Selain dari sungai besar kotanya yang tidak layak untuk disentuh, infrastruktur air minumnya yang sudah berkarat dan sangat perlu diperbaiki karena sisa-sisa zaman penjajahan Belanda 75 tahun yang lalu, sistem sanitasi yang sangat tidak berjalan, apakah yang dapat bisa banggakan dari kota Jakarta ini?

Oleh karena itu tentunya untuk memindahkan kota pemerintahan ke tempat pedalaman banyak mempunyai manfaatnya jika Indonesia mempunyai dana yang sangat banyak untuk konstruksi semua bangunan pusat pemerintahannya (Istana, Kementrian, Departemen, Bank Indonesia, Kantor Pejabat Pemerintahan, Rumah dan Tempat tinggal, Jaksa dan Mahkamah Agung, Komisioner2, dan segala macam institusi kenegaraan lainnya). Karena cepat atau lambat, hal ini harus direncakan sebelum akhirnya menjadi mendesak dan terlambat sama sekali.

Sebagai contohnya Amerika Serikat sebagai negara maju dulu langsung memindahkan Ibu Kota Negara dan Ibu Kota Bisnis stelah presiden pertamanya yaitu George Washington. Dulu ibukota Amerika itu New York, dan begitu George Washington jd presiden dia melihat seharusnya ibukota amerika itu berdiri sendiri tanpa turut campur dalam ibukota ekonomi dan bisnis. Maka dia membangun ibukota negara yg baru namanya Washington DC

Contoh negara lain yang memisahkan Ibu Kota Negara dan Ibu Kota Bisnis yaitu :
1. Brasil : Rio > Brasilia
2. Malaysia : Kuala lumpur > Puterajaya
3. Australia : Melbourne > Canberra

Program Keluarga Harapan

Keluarga Indonesia adalah institusi terpenting dalam pembangunan ekonomi, sosial masyarakat, dan kenegaraan Republik Indonesia.

Saya sangat tertarik untuk memaparkan kalau konsep ini memiliki dampak yg kuat dalam Republik Indonesia. Saya melihat fungsi keluarga sangat dominan dalam latar belakang, sejarah, kondisi masyarakat, kondisi perekonomian, dan sejumlah hal-hal yg mendasari legislatif dan eksekutif Indonesia negeri yang kita cintai ini.

Keluarga telah menjadi institusi pokok dalam Republik Indonesia. Keluarga telah menjadi tempat naungan, tempat aktivitas sejak dini, tempat edukasi paling penting dalam hidup, tempat melatih organisasi sejak dini, tempat untuk belajar mengelola uang dan waktu, serta sebenarnya keluarga adalah The Lender of Last Resort yang sebenarnya dalam kondisi riil, bukan Bank Indonesia

Sebenarnya hal ini bisa dilihat oleh kita semua yang tentunya pernah, sedang, dan akan hidup dalam tatanan organisasi yg penting ini yaitu keluarga. Dari keluarga sebenarnya pemerintah dapat memberikan kredit modal usaha yang jumlahnya tergantung kapasitas keluarga yang bersangkutan, dan pelatihan ekonomi dan kewirausahaan keluarga itu dapat diserahkan langsung kepada setiap dinas-dinas pemerintahan daerah yang ada di dalam tatanan negara kita, serta pengawasan dan pengendalian atas dana tersebut dilakukan bersama oleh Bank Pembangunan Daerah bekerja sama dengan Bank Indonesia yang terletak di daerah-daerah Republik Indonesia. Saya yakin ini jauh lebih bagus daripada BLT.

Keluarga juga dapat menjadi sebuah tempat pendidikan dan pelatihan yang baik bagi segenap masyarakat Indonesia dengan keluarga hampir selalu memberikan pendidikan penting bagi pengembangan diri dan pengembangan masyarakat serta pengembangan negara Indonesia. Oleh karena itu pemberian edukasi pendidikan sangatlah penting teman2.

Dan tantangan untuk keluarga di masa sekarang sangat berat, yaitu cuma keluarga jaman sekarang itu berat. Suami istri mesti berdua kerja dan anak jadi ditelantarkan serta kadang2 anak tinggalnya beda kota sama ayah ibu karena ayah ibunya dua2nya mesti kerja. Serta anak ngga ada yg ngurusin. Ini satu pertanyaan yg terpenting. Hal ini menjadi problematika tersendiri bagi keluarga Indonesia dan internasional.

Blogger templates made by AllBlogTools.com