MILIK PRIBUMI
Don't ask what your country can do for you, but ask what you can do for your country and it's not about the money.

Ismail Marzuki – Indonesia Pusaka

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

- APB -

Cara Mengurangi Kemiskinan Indonesia

Kemiskinan erat kaitannya dengan pengangguran. Pengangguran lawannya adalah bekerja. Bagaimana supaya orang2 bisa bekerja? Dengan penciptaan lapangan kerja. Bagaimana agar lapangan kerja banyak tercipta? Dengan memberi orang2 kemudahan untuk berusaha dan berinovasi di dalam masyarakat

Sehingga sebenarnya tidak perlu menunggu investor luar negeri untuk menanamkan Investasi Langsung Luar Negerinya (FDI) di Indonesia baru kita mulai maju.

Saat ini sangat banyak sekali pengusaha mikro, kecil dan menengah yang kesulitan di dalam memperoleh pembiayaan untuk modal usahanya. Padahal secara cashflow mereka layak, tetapi karena mereka jarang bergaul dengan ketentuan2 administrasi perbankan spt harus mempunyai Badan Hukum, punya TDP, punya SIUP kalau mau dagang terutama ekspor, punya SIUJK kalau mau ikut usaha tender konstruksi pemerintah daerah, dan surat2 izin usaha lainnya. Mereka sudah harus berlama2 di birokrasi yg pengurusannya bisa cukup lama, menyita waktu, dan juga dikenai biaya tambahan selain adanya biaya2 siluman dalam pengurusannya.

Padahal kalau kita bisa menghilangkan biaya untuk pembuatan surat2 izin berusaha dan surat2 izin mendirikan badan usaha (atau dikurang seminim mungkin biayanya) maka kita akan menciptakan momentum bagi sektor riil masyarakat terutama sektor mikro, kecil dan menengah untuk berkembang. Di saat mereka sedang hebat2nya dan mau melompat ekspansi, sangat disayangkan mereka terbenturatap tak terlihat yaitu biaya birokrasi dan administrasi berusaha. Kalau atap itu dihilangkan, alangkah baiknya nantinya usaha2 tersebut dapat mempertahankan momentumnya dan berkembang lebih baik dan otomatis akan menciptakan lapangan pekerjaan dan pengangguran.

Hal ini juga sangat menguntungkan bagi pemerintah. Adanya penghapusan biaya administrasi berusaha di birokrasi jgn dilihat sebagai pengurangan pendapatan. Tetapi malah menciptakan penambahan pendapatan. Jika kita cukup teliti dalam melihatnya, ada semacam subsidi silang bagi pemerintah. Dengan kemudahan berusaha, otomatis usaha2 rakyat berkembang lebih pesat dan menciptakan penghasilan lebih. Penghasilan ini akan dikenai pajak, dan juga karyawan2 yg bertambah jg akan dikenai pajak. Barang2 yg beredar jg dikenai pajak PPN, dan meringankan beban pemerintah dlm pengangguran juga.

Jadi ini benar2 Win-Win Solution bagi pemerintah, bagi masyarakat, bagi penciptaan lapangan kerja yang otomatis akan mengurangi pengangguran di dalam masyarakat termasuk DKI Jakarta yg kita cintai.

Pemisahan Ibu Kota Negara dan Ibu Kota Bisnis

Jakarta itu sudah menjadi pusat dari segala yang berbentuk di Indonesia. Mulai dari pusat ekonomi dan bisnis, pusat pemerintahan, pusat kependudukan, pusat kemacetan, pusat hiburan, pusat kesenjangan sosial, pusat pencemaran air dan udara, dan pusat dari urbanisasi masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu untuk alasan :
1. Kestabilan pembangunan Indonesia
2. Kemudahan membangun ekonomi Indonesia
3. Kemudahan pengawasan pertahanan dan keamanan Indonesia dan perwakilan negara-negara sahabat
4. Meringankan beban kehidupan banyak pegawai negeri dan pegawai negara beserta keluarganya baik dalam pendidikan, kesehatan, maupun penghidupan yang layak.
5. Mengurangi kemacetan dan polusi (pencemaran) udara serta air.
6. Membantu penataan kota Jakarta sebagai kota bisnis terbesar Indonesia.
7. Mengurangi ancaman banjir akibat ketidaksanggupan area Jakarta dalam menunjang aktivitas banyak warganya yang berlebih dan kurang secara penataan.
8. Mengureangi ekonomi biaya tinggi yang diakibatkan oleh kemacetan (banyak wktu menganggur di jalan raya) dan polusi yang tinggi yang mempengaruhi biaya kesehatan warga Jakarta.
9. Mengurangi ancaman pertahanan dan keamanan Jakarta selaku tempat Bisnis dan tempat Pemerintahan.
10. Membludaknya beban sampah kota yang sudah tidak bisa ditanggulangi lagi oleh sumber daya pengolahan sampah saat ini.
11. Kemudahan pemfokusan tujuan negara RI dalam fokus tata kelola negara dan pemerintahan dan fokus tata kelola ekonomi terbesar negara.
12. Desentralisasi pembangunan, pengurangan urbanisasi dari desa ke kota, dan penciptaan lapangan kerja di kota lain.

Tentunya sangat menyedihkan sebuah ibukota negara terbesar di ASEAN menjadi contoh terburuk dalam kesehatan warga kotanya sendiri. Selain dari sungai besar kotanya yang tidak layak untuk disentuh, infrastruktur air minumnya yang sudah berkarat dan sangat perlu diperbaiki karena sisa-sisa zaman penjajahan Belanda 75 tahun yang lalu, sistem sanitasi yang sangat tidak berjalan, apakah yang dapat bisa banggakan dari kota Jakarta ini?

Oleh karena itu tentunya untuk memindahkan kota pemerintahan ke tempat pedalaman banyak mempunyai manfaatnya jika Indonesia mempunyai dana yang sangat banyak untuk konstruksi semua bangunan pusat pemerintahannya (Istana, Kementrian, Departemen, Bank Indonesia, Kantor Pejabat Pemerintahan, Rumah dan Tempat tinggal, Jaksa dan Mahkamah Agung, Komisioner2, dan segala macam institusi kenegaraan lainnya). Karena cepat atau lambat, hal ini harus direncakan sebelum akhirnya menjadi mendesak dan terlambat sama sekali.

Sebagai contohnya Amerika Serikat sebagai negara maju dulu langsung memindahkan Ibu Kota Negara dan Ibu Kota Bisnis stelah presiden pertamanya yaitu George Washington. Dulu ibukota Amerika itu New York, dan begitu George Washington jd presiden dia melihat seharusnya ibukota amerika itu berdiri sendiri tanpa turut campur dalam ibukota ekonomi dan bisnis. Maka dia membangun ibukota negara yg baru namanya Washington DC

Contoh negara lain yang memisahkan Ibu Kota Negara dan Ibu Kota Bisnis yaitu :
1. Brasil : Rio > Brasilia
2. Malaysia : Kuala lumpur > Puterajaya
3. Australia : Melbourne > Canberra

Program Keluarga Harapan

Keluarga Indonesia adalah institusi terpenting dalam pembangunan ekonomi, sosial masyarakat, dan kenegaraan Republik Indonesia.

Saya sangat tertarik untuk memaparkan kalau konsep ini memiliki dampak yg kuat dalam Republik Indonesia. Saya melihat fungsi keluarga sangat dominan dalam latar belakang, sejarah, kondisi masyarakat, kondisi perekonomian, dan sejumlah hal-hal yg mendasari legislatif dan eksekutif Indonesia negeri yang kita cintai ini.

Keluarga telah menjadi institusi pokok dalam Republik Indonesia. Keluarga telah menjadi tempat naungan, tempat aktivitas sejak dini, tempat edukasi paling penting dalam hidup, tempat melatih organisasi sejak dini, tempat untuk belajar mengelola uang dan waktu, serta sebenarnya keluarga adalah The Lender of Last Resort yang sebenarnya dalam kondisi riil, bukan Bank Indonesia

Sebenarnya hal ini bisa dilihat oleh kita semua yang tentunya pernah, sedang, dan akan hidup dalam tatanan organisasi yg penting ini yaitu keluarga. Dari keluarga sebenarnya pemerintah dapat memberikan kredit modal usaha yang jumlahnya tergantung kapasitas keluarga yang bersangkutan, dan pelatihan ekonomi dan kewirausahaan keluarga itu dapat diserahkan langsung kepada setiap dinas-dinas pemerintahan daerah yang ada di dalam tatanan negara kita, serta pengawasan dan pengendalian atas dana tersebut dilakukan bersama oleh Bank Pembangunan Daerah bekerja sama dengan Bank Indonesia yang terletak di daerah-daerah Republik Indonesia. Saya yakin ini jauh lebih bagus daripada BLT.

Keluarga juga dapat menjadi sebuah tempat pendidikan dan pelatihan yang baik bagi segenap masyarakat Indonesia dengan keluarga hampir selalu memberikan pendidikan penting bagi pengembangan diri dan pengembangan masyarakat serta pengembangan negara Indonesia. Oleh karena itu pemberian edukasi pendidikan sangatlah penting teman2.

Dan tantangan untuk keluarga di masa sekarang sangat berat, yaitu cuma keluarga jaman sekarang itu berat. Suami istri mesti berdua kerja dan anak jadi ditelantarkan serta kadang2 anak tinggalnya beda kota sama ayah ibu karena ayah ibunya dua2nya mesti kerja. Serta anak ngga ada yg ngurusin. Ini satu pertanyaan yg terpenting. Hal ini menjadi problematika tersendiri bagi keluarga Indonesia dan internasional.

Kesulitan Sektor dalam Negeri Pertanian Indonesia

Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk lebih dari 200 juta jiwa haruslah memperhatikan sektor pertanian, perikanan dan perkebunan sebagai dasar kebijakan ekonominya.

Ketiga sektor ini adalah produk yang murni produk dalam negeri Indonesia yaitu produk sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan. yang sayangnya kurang dimanfaat oleh pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia. Yang sampai detik ini wacana mengembangkannya hanya sebatas gema yg kedengaran tapi tak terasa sampai ke kalangan masyarakat tani yang padahal sangat menjadi pahlawan kemerdekaan Indonesia sejak dahulu kala baik dalam mendukung kemerdekaan secara pangan untuk gerilya maupun bagi penyedia tenaga2 pembela Indonesia.

Tetapi setelah merdeka malah sektor ini pula yang menjadi keciri khas Indonesia ditinggalkan oleh para politisi, pemerintah dan masyarakat Indonesia sendiri.

Pada dasarnya petani sangat kesulitan didalam sektor pembiayaan permodalan (finansial), bahan baku pupuk, dam teknoloi pertanian. Petani sebenarnya sangat ingin emperoleh penghasilan tambahan dengan menjual produk yang mempunyai nilai tambah dengan harga yang jauh lebih baik dengan pengolahan melalui teknologi pertanian dan industrialisasi pertanian dibanding hanya mengekspor barang mentah.

Tapi sebelum kita petani ingin melakukan hal tersebut mereka melihat harga2 mesin pengolahan dan produksi pertanian di pasaran yang sangat mahal. Harga sebuah mesin yg biasa saja sebenarnya bahannya dan pembuatannya bisa sampai ratusan juta. Padahal Mao Ze Dung di China bisa membuat bed dryer pertanian (pengering) dari bahan batu bata dengan harga yang sangat murah dan benar-benar mendukung pertanian di China.

Kita, Indonesia, dimana langkah kita mendukung produk yang satu2nya 100% ASLI dalam negeri ini? Dimana bantuan kita untuk teknik pertanian, teknologi pertanian, dan bantuan terhadap subsidi/hibah mesin kepada kelompok2 tani ?

Kalau kita memang mau petani tidak hanya menjual komoditas mentah tentunya kita harus melihat kondisi pasar seperti apa dan melakukan bantuan teknologi pertanian dan penyediaan jalan bagi pertanian agar petani kita dapat makmur dan menjual produk yang memiliki nilai tambah lebih bagi ekonomi negara kita.

Sehingga tantangan nyata ke depan adalah, Indonesia haruslah menebus penghianatannya atas sektor pangan baik pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan. DItambah dengan krisis ekonomi sekarang ditangani AS dengan salah langkah. Seharusnya sistem dahulu yg harus dibereskan barulah stimulus dijalankan agar mengalirnya stimulus jg tepat saluran dan tepat sasaran.

Akibat langkah tidak hati2 AS ini, ada kemungkinan besar peristiwa kenaikan harga pangan dunia dan enerji dunia tahun 2008 akan terulang dengan cepat pada tahun 2010 akhir paling lama. Hal ini diakibatkan oleh penataan dan pengawasan pada industri jasa keuangan AS masih sangat memble dan sangat dimanjakan oleh pemborosan utang pemerintah. Ini mengakibatkan bukannya PDB AS yg naik, akan tetapi M2 (speculative money) yg meningkat pesat. Sehingga sangat dicurigai, harga2 komoditas baik pangan dan enerji akan menjadi permainan tingkat tinggi lagi bagi ekonomi global. Ditambah lagi dengan Global Warning yang sudah dipastikan meningkat levelnya tahun 2010 dengan perubahan Badai El Nino, perubahan iklim, dan perubahan cuacanya.

Jadi, jangan harap kalau Indonesia tidak sadar diri dan meminta maaf karena telah menghianati sumber kekayaan alam Indonesia yaitu pangan (pertanian, perikanan/kelautan, peternakan, dan perkebunan) dan enerji (kontrak2 yg tidak dimenangkan oleh pertamina dan perusahan enerji dalam negeri).

Maka akan sangat disayangkan, kedua sektor itu juga akan menghianati Indonesia dengan tidak memberi hasil yang cukup untuk menyokong negara ini.

Kritik Untuk Kebijakan Penggunaan Produk Dalam Negeri Pemerintah RI

Saat ini Peraturan Pelaksana di Tingat Kementrian untuk pewajiban belanja departemen menggunakan produk dalam negeri masih sebatas himbauan tanpa ada kejelasan aturan prosedur yg jelas baik bagi departemen maupun bagi usaha lokal yang berminat menfasilitasi.

Sangat diharapkan instruksi presiden tidak diterjemahkan hanya sebagai himbauan saja, tetap benar-benar menerapkan inpres belanja produk dalam negeri bagi instansi pemerintah sebagai kewajiban pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan mempunyai ketentuan/mekanisme yang jelas bagi setiap industri yang berminat baik dari segi harga maupun kualitas. Hal ini sangat diharapkan menjadi insentif yang nyata bagi usaha dalam negeri untuk bertahan dalam krisis ekonomi global saat ini.

Ditambah lagi dengam Peraturan Pelaksana dan Peraturan Teknis atas Instruksi Presiden tentang Penggunaan Produk Lokal dalam Pemerintahan kok lambat banget ya keluarnya?Pemerintah juga harus mewajibkan pemerintah daerah dalam naungan Inpres ini karena mereka juga bagian dari pemerintahan presiden.

Dan juga, pemerintah haruslah mempertegas kewajiban penggunaan jasa satu pintu tender pelaksanaan setiap pengadaan barang dan jasa pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan setiap instansi pemerintah yang sudah ada dengan baik di internet yaitu di

Layanan Pengadaan Secara Elektronik Nasional (LPSE) Pemerintah Republik Indonesia

Sehingga setiap stimulus pemerintah dalam mendukung produk dalam negeri dapat tertata dengan baik dan adil serta sangat mudah diakses oleh masyarakat Indonesia itu sendiri.

Pusat Industri IT Indonesia

Sudah menjadi hal yang sangat umum apabila melihat muatan-muatan elktronik LN menjadi bahan baku utama produk elektronik Indonesia. Hal itu dikarenakan produk muatan luar negeri dari Taiwan dan China sangat murah dan diproduksi secara massal sehingga membanjiri bahan baku produk elektronik di Indonesia dan negara lainnya.

Mungkin untuk menyiasatinya kita perlu membangun Sillicon Valley atau pusat pengembangan muatan elektronika seperti yang ada di China dan Taiwan?

Setahu saya kita sudah mempunyai kawasan IT yang sudah cukup di kenal di Indonesia. Mungkin kita perlu menyikapi ketergantungan kepada muatan elektronik dari Taiwan dan RRC dengan mempunyai political will yang sangat kuat bagi pengembangan pusat industri IT dan bahan-bahan elektronik secara terpusat pada daerah tertentu di Indonesia.

Di daerah tersebut kita dapat membuat pusat pembuatan program yang terdiri dari programmer-programmer, pakar IT, dan ahli IT di dalam negeri yang dilatih, dikembangkan, dan didukung kegiatan risetnya untuk mengembangakan produk-produk perangkat lunak yang nasional, berkualitas, serta terjangkau untuk penduduk Indonesia?

Di daerah itu juga kita dapat membuat industri perangkat keras dan segala muatan elektronik yang diperlukan di dalam negeri (sejenis sillycon valley) untuk menghasilkan sejumlah riset dan produk muatan elektronik yang berkualitas dan mumpuni yang mempunyai target pasar yang jelas di dalam negeri kita sendiri.

Selain tentunya akan menyerap ternaga kerja lokal dalam jumlah besar, tentunya hal ini juga akan menghasilkan nilai ekonomis yang sangat tinggi bagi Indonesia. Dan akan menciptakan nilai nasionalis yang sangat tinggi karena rasa nasionalis akan tercipta melalui dunia elektronik, dunia perangkat lunak (software) dan dunia internet.

Saya yakin banyak ahli dalam bidang programming, ahli modifikasi hardware, ahli bongkar pasang komputer baik itu PC maupun mobile computer (laptop, netbook, dll) untuk membuat banyak produk-produk IT nasional.

Kemandirian Ekonomi

Sebenarnya keberadaan banyak produk luar yg diproduksi dan dijual di dalam negeri itu kesalahan dari peningkatan kualitas kebijakan produksi dan ekonomi Indonesia.

Sebenarnya ada tiga tahap dalam perkembangan ekonomi usaha dalam negeri :
1. Ketika dulu baru merdeka, impor itu masih wajar

Lalu dengan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan peningkatan kebutuhan tenaga kerja dalam negeri diadakan..

2. Subtitusi impor
Dimana dibanding jika kita mengimpor mentah2 produk2 dalam negeri yg sangat kurang menguntungkan posisi ekonomi dlm negeri dlm bentuk devisa dan kekuatan ekonomi serta menghasilkan banyak lowongan tenaga kerja bagi tenaga kerja Indonesia. Dan untuk barang-barang yang belum dapat kita hasilkan sendiri lebih baik dilakukan dengan substitusi impor. Sehingga kita untuk mendatangkan perusahaan luar negeri ke dalam negeri, untuk berproduksi dan menjalankan fungsi distribusinya utk dalam negeri dan luar negeri sehingga mendatangkan manfaat bagi kita. sangat penting. Tetapi substitusi impor salah satu hal yang harus dilakukan adalah transfer pengetahuna dan transef teknologi. Hal ini syarat utama bagi kita sebagai negara yang ingin terus berkembang dan semakin maju dalam perekonomian baik dalam negeri maupun luar negeri.


Lalu langkah yang dari dulu itu sampai sekarang masih belum berhasil (sejak zaman 1968 yg pernah dicetuskan untuk mobil nasional, dan setelah 40 thn sekarang masih nihil juga) adalah...

3. Kemandirian ekonomi
Dimana daripada kita hanya sebagai sasaran penjualan dan konsumsi dari luar negeri dan usaha2 assembly dan substitusi impor luar negeri lebih baik kita mendirikan usaha yang murni dari kita sendiri sebagai bangsa Indonesia.

Daripada kita hanya mengimpor bahan baku saja utk dibangun dan hanya dijadikan tempat penjualan produksi cerdas luar negeri yg memanfaatkan sumber daya kita utk bermanfaat bagi mereka, maka sangat lebih baiklah kita melakukan sendiri semua fungsi itu. Daridulu kita bersedia dijadikan objek ekonomi saja tanpa menjadi subjek ekonomi itu sendiri. Objek ekonomi adalah sasaran ekonomi yg tidak tahu benar2 cara menjalankan sendiri fungsi ekonominya yang bergantung pada luar negeri.

Intinya kita jangan mau dibodoh-bodohi dalam menjalankan ekonomi kita. Pada dasarnya keterampilan ekonomi itu berintikan pada pendidikan. Sejak dulu kita sangat kurang mementingkan pendidikan dan pengembangan riset dan teknologi. Memang banyak wirausaha Indonesia yg sukses tanpa sekolah. Tetapi disitulah ironinya. Di Indonesia orang yg punya kemampuan bertahan yg tinggi barulah sukses, org yg kemampuan menengah sulit sukses. Karena tidak dijamin dengan pendidikan yg berkualitas dan murah. Padahal pendidikan itulah kunci dari pengembangan zaman. Pendidikan adalah inti penggerak dari semua kegiatan orang2.

Pendidikan adalah kunci kemajuan zaman. Pendidikan haruslah dijadikan sentral pembangunan ekonomi dan sumber daya Indonesia bukan sbg pelengkap atau komplementer. Simplenya, kita bisa melakukan jika kita tahu. Dan kita tahu bila kita belajar. Darimana kita bisa menjadi subjek jika kita tidak memprioritaskan pengajaran thd apa yg kita lakukan sbg inti dari kehidupan dan kebangsaan kita.


Kebijakan ekonomi kita harus beranjak dari substitusi impor ke kemandirian ekonomi Jangan mau diuntungan dengan tidak memihak kepada kemandirian bangsa kita dalam memiliki danmenjalankan fungsi ekonominya sendiri dengan mandiri dengan berbekal sistem pendidikan yg fundamental sistemnya kuat serta pengajaran yang berkompetensi dan bernurani tinggi .

Indonesia akan menjadi bangsa yang besar. Saya sangat percaya itu.

Revolusi Sudah Usai, Saatnya Memprioritaskan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

Revolusi Sudah Usai, Saatnya Memprioritaskan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan - M. Hatta (Proklamator Indonesia - Bapak Koperasi Indonesia)


Bung Hatta mengucapkan kata-kata tersebut sebelum duet twitunggalnya dengan Ir. Sukarno (Presiden RI saat itu) akan berakhir . Beliau adalah sahabat erat Ir. Sukarno sekaligus juga adalah pengkritik tajam Presiden RI saat itu. Ia tidak setuju dengan cara Ir. Sukarno memimpin demokrasi terpimpin dengan prinsip revolusi tanpa henti. Beliau berprinsip revolusi sudah usai dengan sukses melalui perundingan dan mari kembalikan Republik Indonesia pada jalan demokrasi yang sesungguhnya. Demokrasi yang sesungguhnya yaitu demokrasi yang murni menjadi teladan dan pilar bagi pembangunan bangsa. Saatnya menegakkan kembali demokrasi berpolitik yang murni dengan partai politik dan memprioritaskan demokrasi ekonomi melalui pembangunan ekonomi kerakyatan.


Saat ini sangat banyak orang yang meneriakkan revolusi baik revolusi di bidang politik, revolusi di bidang ekonomi dan revolusi di bidang hukum. Revolusi memang sangat baik digunakan pada kondisi yang kritis seperti kondisi bangsa Indonesia dahulu. Bangsa Indonesia dijajah selama ratusan tahun oleh penjajahan, fasisme dan diktatorisme Portugis dan Belanda serta selama 3,5 tahun oleh Jepang. Penjajahan saat itu berhasil dilawan oleh barisan pemuda-pemudi Indonesia dalam gerakan kemerdekaan yang dilakukan secara kedaerahan sampai ke tingkat nasional dan internasional. Dan akhirnya Indonesia berhasil memperjuangkan kemerdekaannya di hadapan publik internasional dengan cara revolusioner dan diakui oleh rakyat internasional.

Namun setelah bangsa Indonesia merdeka, penekanan asas dasar Republik Indonesia yaitu demokrasi yang murni dalam Pancasila dan UUD 1945 tidak sepenuhnya dilakukan. Republik Indonesia yang diharapkan dapat menjaga keutuhan demokrasi politik dan ekonomi secara murni dari fasisme, diktatorisme, dan penjajahan dari luar negeri nyatanya selalu dihadapkan oleh fasisme dan diktatorisme dari dalam negara sendiri baik dalam demokrasi terpimpin Orde Lama maupun masa pemerintahan Suharto yaitu Orde Baru.

Bung Hatta adalah seorang tokoh negarawan dan bapak ekonomi nasional yang solid dalam berprinsip, yaitu demokrasi harus dijalankan dengan utuh, murni dan konsekuen. Beliau menyatakan akan mengundurkan diri setelah Konstituante selesai dibentuk dan beliau menepati perkataannya. Maka tanggal 1 Desember 1956 beliau meletakkan jabatannya sebagai wakil presiden RI. Walau Ir. Sukarno mencegahnya namun beliau tetap pada prinsipnya. Setelah itu dia aktif dalam bidang akademik dan penmbimbingan koperasi sebagai demokrasi dalam bidang ekonomi yaitu ekonomi kerakyatan.

Bung Hatta sangat menyadari bahwa pembangunan bangsa Indonesia setelah kemerdekaan tidak dapat dilakukan dengan cara yang revolusioner seperti pada saat masa perang melawan penjajahan dalam mendapatkan kemerdekaan. Beliau menekankan pentingnya pendidikan, demokrasi, intelektualitas dalam melawan penjajahan. Beliau menanamkan hal ini sebagai dasar kemandirian dan kemajuan bangsa Indonesia yang secara tersirat beliau sampaikan dalam pidato pengukuhan Doctor Honoris Causa dalam bidang hukum dari Universitas Gajah Mada di Yogyakarta.

Purpose Driven Spend and Financing

Purpose Driven Spend dan Purpose Driven Financing adalah pembelanjaan dan pembiayaan yang didasari oleh adanya kebutuhan yang riil untuk apa sesuatu itu dibelanjakan dan untuk apa pembiayaan itu diperlukan

Hal ini sangat penting dimana sebagai contoh apabila kita ingin meminta tambahan kredit atau kredit baru ke lembaga keuangan bank dan non bank, kita biasanya selain diminta laporan keuangan dan laporan barang dagan. Kita juga diminta untuk menyediakan proyeksi (tujuan) daripada rencana financing kita tersebut. (Purpose driven financing)

Tetapi Kalau dari sisi purpose driven spend, saya melihat kalau Indonesia benar-benar parah banget. Membeli blackberry yang notabene ga ada guna, malah dibeli dengan cash dan dipakai hanya main chatting2an dan games saja.

Itulah makanya setiap orang harus mau belajar tentang ekonomi, dan harus melakukan prinsip ekonomi yaitu cermat pada tujuan. Karena apabila kita tidak punya tujuan, rencana, proyeksi, dan kebutuhan akan apa yang ingin dilakukan secara ekonomi lalu membuat rencana financing entah dari dana bergulir, PNPM, kredit usaha rakyat, kredit perbankan, hibah, bantuan pemerintah tunai, bantuan internasional, atau apapun itu.

Dengan tidak adanya tujuan yang kuat, terstruktur, dan jelas. Maka hal tersbut dapat menjad Moral Hazard tersendiri dan akan mendatangkan musibah di masa yang akan datang.

Variabel Negatif Ekonomi

1. Inflasi tinggi

Harga barang2 yang tinggi karena lemahnya penyediaan modal bagi produsen dan supplier dalam negeri dalam menyediakan barang2 ini dalam kualitas bagus serta harga murah, sehingga tidak perlu impor yg tentunya harganya otomatis jadi dikendalikan oleh harga internasional yg notabene harga komoditas barang konsumsi rumah tangga secara cukup signifikan dipengaruhi oleh harga minyak dan harga barang2 tambang serta energi internasional.

Ditambah dengan distribus terhadap barang konsumsi rumah tangga yang tidak merata pada propins non jawa, sehingga mengakibatkan harga cenderung berbeda cukup jauh satu sama lain akibat ketiadaan rantai distribusi yang utuh.

2. Ketidakpastian hukum dan korupsi
Mengakibatkan foreign direct investment cenderung stagnan dan investor serta pengusaha dalam negeri pun harus berlelah-lelah dengan birokrasi berbulan-bulan baru bisa menjalankan usahanya. Beda dengan di negara seperti singapura.

3. Ketidakstabilan politik dan keamanan
Mengakibatkan banyaknya dana pihak ketiga dan simpanan lainnya dari masyarakat kita yang dilarikan keluar negeri akibat seringnya politik yg tidak stabil serta keamanan yang kurang pada musim-musim tertentu (tidak stabil)

Review Pembangunan Ekonomi

Sistem ekonomi negara2 itu yaitu sistem ekonomi terbuka empat sektor

Y = C + I + G + (X-M)

Y = pdb
c = konsumsi rakyat
g = belanja pemerintah
x = expor
m = impor

Tidak akan pernah ada negara yang cukup bodoh menutup dirinya dari kerjasama dengan pihak asing.

Yang paling penting dalam menjaga supaya kapitalisme tidak menggurita adalah dengan adanya pembangunan ekonomi yang teguh secara fundamental yaitu dengan adanya penyebaran dan penyetaraan ekonomi. Dengan meletakkan fondasi dasar riil ekonomi di tangan rakyat yaitu mengutamakan kegiatan ekonomi rakyat banyak atau istilah gaulnya ekonomi kerakyatan (UMKM, petani, nelayan, pekebun, koperasi, dll).

Dengan ada nya pembangunan fundamental ekonomi yang utuh seperti :
- penyebaran dan penyetaraan kesempatan serta kualitas pendidikan di pulau2 selain pulau jawa dan di daerah2
- pembangunan infrastruktur dan kependudukan di kota selain jakarta, pulau selain pulau jawa, dan di daerah2
- pembersihan korupsi dalam penatalaksanaan anggaran daerah2 terutama daerah2 tertinggal dan relatif tertinggal, serta anggaran tingkat nasional
- memperhatikan seleksi dan rekruitmen karyawan yang masuk agar bersih dari KKN di pemerintah tingkat daerah dan di tingkat nasional
- pemberian insentif dan stimulus yang efektif seperti pemberlakuan bunga yang ringan, kemudahan pengurusan administrasi usaha, sampai bantuan asistensi informasi usaha kepada sektor2 bisnis di luar jakarta, luar pulau jawab, dan di daerah2

Sangat dijamin, dengan pembagian kemerataan ekonomi seperti ini, sebuah pembangunan ekonomi fundamental yang lebih bersifat riil dan berjangka panjang melalui pasar/sektor riil akan mampu menciptakan pembangunan ekonomi yang sehat, tahan terhadap krisis, dan akan melejit sangat pesat pada 10 tahun berikutnya. Karena pembangunan ekonomi dilakukan secara holistik (keseluruhan)

Dan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi teknikal saja melalui pasar keuangan yang rentan terhadap bubble (pertumbuhan maya) dan spekulasi.

Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Ekonomi

Dalam pembangunan ekonomi harus diperhatikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pemerataan ekonomi. Kedua hal ini harus diperhatikan dan tidak boleh timpang sebelah.


Pemerataan ekonomi, yaitu :

- Pemerataan kesempatan dalam melakukan izin pembukaan kegiatan usaha baik di pusat, P. Jawa, maupun di pulau2 lainnya di daerah
- Pemerataan kesempatan dalam mengakses permodalan untuk usaha & bisnis baik kepada pengusaha kecil, menengah, maupun korporasi besar
- Pemerataan memperoleh pendidikan yg bermutu antara P. Jawa dan pulau lainnya
- Pemerataan pembangunan antara P. Jawa dengan bagian2 dari Indonesia yang kurang mengalami pembangunan seperti Sumatera, Kalimantan, Papua dan Sulawesi
- Memberikan stimulus ekonomi dan insentif peraturan yang lebih kepada setiap industri kecil yang ingin mengembangkan usahanya dan yang sedang terkena krisis
- Memberlakukan keseimbangan ekspansi setiap industri, dimana untuk setiap industri besar dalam melakukan kegiatan produksinya, harus menggandeng industri-industri kecil dalam penyediaan/supply barang2 kebutuhannya yang mampu dipenuhi industri2 kecil tersebut


atau lebih penting asas Pertumbuhan ekonomi, yaitu :

- Membangun usaha skala besar BUMN yang mempunyai market share (atau pangsa pasar/pelanggan) yang besar/sangat besar di dalam negeri
- Memodali perusahaan-perusahaan skala nasional menjadi skala multinasional dengan memberikan asistensi government-to-government dalam ekspansi, merger, dan akuisisi ke negara lainnya.
- Memberikan kemudahan dan pelayanan negara yang mudah dan istimewa kepada setiap perusahaan yang memiliki skala permodalan yang sangat kuat untuk melakukan ekspansi di dalam negeri
- Memberikan insentif dan stimulus yang lebih condong kepada industri dengan kapasitas besar dan sangat besar agar dapat bertahan di era krisis
- Memberikan kemudahan akses hukum, informasi, dan tender kepada perusahaan-perusahaan skala raksasa Asia dan dunia dalam melakukan big scale investment di Indonesia.

Potensi Inflasi 2010 di Indonesia

Indonesia harus bersiap2 untuk sangat serius menyikapi persediaan pangan dan migasnya nya

Harga komoditas di akhir tahun 2009 kemungkinan akan inflasi sehingga akan menaikkan harga komoditas pangan dan migas dalam negeri

Hal ini diakibatkan para spekulan yg sebelumnya menaruh kasnya di T-Bond dan emas kan beralih ke komoditas spt minyak dan komoditas non minyak spt beras, jagung, kedelai, dll.

Kalau dari sekarang Indonesia tidak menyikapi perubahan deflasi global ke potensi inflasi global (semoga tidak hiperinflasi) maka Indonesia akan menjadi negara yg berbalik 180 derajat dari sekarang, dimana sekarang diakui tetapi akhir tahun nanti akan kelaparan rakyatnya dan menjadi tidak stabil perekonomiannya. Dan juga pembangunan kilang migas Indonesia harus dipercepat realiasinya.

Tantangan presiden ke depan akan lebih sulit daripada keadaan sekarang.

Komoditas yaitu migas dan pangan harus disikapi dengan sangat serius untuk mengantisipasi krisis migas, pangan, dan krisis sosial ekonomi akhir tahun nanti atau awal tahun depan.

Gunakan Produk Indonesia

Mari Gunakan Produk Indonesia untuk membantu negara pulih dari krisis

Dapat dimulai dari :
1. Memperbaiki dan mengembangkan secara penuh studi dan pendidikan dalam negeri.

2. Makan di restauran Indonesia.

3. Membeli alat kosmetik made in Indonesia.

4. Wisata di Bali, Lombok, dan di tempat wisata Indonesia.

5. Membeli baju dan pakaian yang buatan dalam negeri.

6. Pakai perangkat lunak asal Indonesia

7. Mencintai bahasa Indonesia

8. Kita harus berusaha bisa membikin produk2 dalam negeri yg handal

9. Kita galang kekuatan dengan mencari dukungan termasuk mencari pemimpin yang emang Amanah seperti Mahatma Gandhi

10. Kita hilangkan dulu budaya Konsumtif dan sesuai kebutuhan sehari2 aja.

11. Dengan mencintai buatan indonesia yang halal dan baik

12. Dengan membuktikan cinta kita dan mengganti coca cola dengan teh indonesia, sirup apel malang, beras kencur, temu lawak, min rosella yg semua ada di indonesia

13. Menghargai makanan indonesia kita prioritaskan nomer satu dan bangga dengan budaya lokal serta tidak takut dibilang ketinggalan zaman.

14. Mengadakan penguatan sumber daya manusia. Kita bangsa besar mulai sdm dan sda kita tidak kalah dengan yg lain.

15. Pilih bihun, kurangi makan mie. bahan baku mie mesti diimport sedangkan bihun dari beras hasil tanam para petani kita

16. Mencegah importasi ilegal
Ada dua langkah pertama, menerbitkan ketentuan tentang importansi komoditi tertentu yakni garmen, elektronika, makanan dan minuman, mainan anak-anak dan sepatu, hanya bisa diimpor oleh importir terdaftar dan kewajiban verifikasi di pelabuhan muat. Kedua, menetapkan pelabuhan-pelabuhan tertentu yang terbuka untuk barang-barang tertentu. Yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan, Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Makassar dan Bandar Juand

17. Mengurangi impor
Dengan political will yang kuat mendukung dan ikut mewujudkan mencintai negara Indonesia dan produk lokal Indonesia.

Serta dengan meningkatkan kualitas daripada produk dan produsen dalam negeri dalam berproduksi agar produk lokal Indonesia dapat menyaingi kualitas produk LN dalam kualitas dan dalam harga.

18. Menggunakan rupiah dalam transaksi


Pemerintah harus menelurkan budaya mencintai bahasa, budaya, dan produk Indonesia juga. Pemerintah harus melihat juga, Korea Selatan dan Jepang sukses membuat masyarakatnya mencintai produk negara mereka sendiri didukung oleh bahasa dan budayanya juga.

Pengusaha juga, harus mendukung tenaga kerja dalam negeri. Pekerjaan-pekerjaan jangan banyak diekspor ke luar negeri seperti yang dilakukan Amerika serikat. Semua industri yg mahal-mahal diekspor ke India dan China, yang upahnya murah. Akibatnya yang tinggal hanya kerjaan gaji kecil di dalam negeri, sehingga rakyat dalam negerinya tidak dapat beli, karena itu pemerintah kasih hutang, dan karena hutang sehingga ekonomi jd resesi

20. memelihara kebersihan lingkungan terutama tempat wisata
Apabila kita ikut memelihara kesehatan, kebersihan, keteraturan, dan keramahan lingkungan terutama tempat wisata itu akan membuat daya tarik yang menarik bagi pariwisata baik dalam negeri maupun luar negeri secara ekowisata.

Ditambah dengan kita ikut mengembangkan secara sungguh-sungguh kekayaan dan khasanah budaya lingkungan kita, hal tersebut secara otomatis akan meningkatkan jumlah wisatawan ke lingkungan kita. Dan tentulah lingkungan kita akan mendapatkan hal yang signifikan untuk kesejahteraan lingkungan, daerah wisata, dan negara kita sendiri.


Tambahan Informasi dari Temen :
1. Mulai sekarang belilah dan pakailah produk dalam negeri. Aku ngga sok idealis, ini ada logikanya. Logikanya gini. Sekarang semua negara butuh cash, istilahnya ngga ada yang beli dagangan mereka, semua negara maunya jualan produk mereka supaya dapat cash. Nah, ngapain coba kita ngasih rakyat negara lain pendapatan dengan membeli produk2 mereka? Rugi amat. So, pake semua produk lokal. Kita mulai dari diri kita sendiri. Belanja ke Singapore nya ntar dulu. Travelling ke Phuket nya ntar dulu. Beneran....

2. Produk impor yang menggiurkan sudah masuk menyerbu ke Indonesia . Itu sebenarnya dagangan negara2 lain yang tidak laku di USA karena USA dan negara2 kaya dan maju sudah bangkrut sehingga ngga minat lagi. Harga barang2 itu murah tapi sekali lagi, ngapain kasi makan negara lain sementara negara2 itu sudah tidak punya kapasitas lagi kasih makan kita. Ini bukan kondisi normal lagi ketika perdagangan antar negara terjadi karena saling membutuhkan, ini sih negara yang jualan udah ngga bisa timbal balik beli barang kita. Dong kan ? Lagian ati2, mereka masuk dengan barang2 palsu kaya telur palsu dari bahan kimia.Yang sudah masuk sih barang2 dari China karena ekspor mereka tidak terserap oleh US makanya dibuang ke Asia . Dan ingat walaupun ekonomi China masih tumbuh 10% dan cadangan valas merekan terbesar di dunia, duit mereka juga sudah banyak ketanam di AS sehingga mereka juga merasakan dampak krisis ini.

3. Sekarang udah ngga pada kondisinya deh ngributin masalah politik dan ideologi, so jangan terpancing

Analisis Rupiah

Sesuai dugaan awal saya pribadi 2 bulan yang lalu bahwa Rentang rupiah berkisar disekitar Rp. 11.000 adalah wajar secara relatif selama 2009 ini. Nantinya 2010 diharapkan kurs kembali ke rentang Rp. 9500 - Rp. 10.500

karena di Indonesia pergerakan Rupiah-USD mengikuti hukum "komoditas demand-supply currency"
. Pergerakan harga dolar terhadap Rupiah mengikuti permintaan atas dolar di dalam negeri dan stok atas dolar di dalam negeri. Saat ini stok dolar yg ada di "gudang" Bank Indonesia masih sedikit kurang untuk menyikapi kebutuhan dolar selama satu tahun. Dan hal tersebut haruslah dibenahi untuk mencapai rasio keuangan yg sehat dalam stabilitas makro ekonomi Indonesia.

Mewajibkan penggunaan rupiah tentu saja mengurangi demand yg mengucur keras dengan lumayan yang dapat mempengaruhi perlambatan penguatan dolar dalam pasar uang dalam negeri.

Kondisi rupiah yang tertekan menandakan kondisi AS yang masih luar biasa tertekan. Dan kondisi AS masih secara luar biasa akan terjadi sampai 2010 pertengahan, sehingga akan diharapkan rupiah bisa bergerak lumayan ringan pada kuartal awal 2010.

Lebih baiklah rupiah stabil dahulu secara relatif untuk setahun ini menunggu money supply di AS sendiri yg mulai normal dan otomatis akan mengembalikan Rupiah terhadap USD secara normal kembali.

untuk sementara bulan Juli, estimasi Rupiah bergerap di leerl 10.000 untuk 1 USD

Kritik terhadap The Fed dan US Government

US Government and Fed big bang stimulus is so imperfect in the Timing. The market is trying to cleanup it self by bankrupting the toxic assets and you should let it happened and cleaned before you come and make intervention with a huge cashflow. If not, you're just wasting a huge of money.

You should stay away from generate cashflow to the open market. This first episode in global economic crises is the economic meltdown or junkies asset crunch. The heavy bad assets and the companies who own it should let to be bankrupt as soon as possible. So we should push the bad fragments in our economics to be banished. This period is the market cleanup timing for (heavy) bad assets.

After everything bad have been gone. Then you come in to generate cashflow. Built the economy purely and cleanly by giving good and clean cashflow for producing goods and service so that the people can make productivity again for their wealthy.

The mistake that had been done by US government is : They reacted too fast and too panic. They don't realize that we should give space for the market to cleanup itself by destructuring and bankrupting the (heavy) bad and toxic assets.

And after the market had finished cleanup itself, then the government can react to give cashflow to the "clean" market system. And by giving the cashflow, the government should build a tight financial and banking system so that the system do it in the right rules and in the right position.

So, the US government have missed a very good way to fixed the global economic crises.

Btw, saya sedang ada proyek besar dalam minggu ini. Ada proyek tentang membuat sistem ekonomi kerakyatan yang berskala global dalam konteks koperasi, atau koperasi global lah. Dan harus selesai dalam waktu satu minggu. Jadi selama satu minggu ini mungkin saya sangat sedikit menulis tentang ekonomi.

Semoga Amerika Serikat dapat lebih bersabar dan bijaksana sebelum mengintervensi pasar yg sedang memulihkan dirinya dari racun ekonomi.

Krisis Ekonomi Asia

Saya lihat krisis ekonomi Asia sedang berjalan ke arah yang lebih nyata.

China dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi &% % seperti akan memiliki dampak sosial dan ekonomis yang cukup vital dalam memicu kerenggangan sosial karena china selalu butuh pertumbuhan ekonomi (yang merata) sebesar 8% untuk mengantisipasi beban pengangguran, beban dari golongan tua (tidak produktif) yang semakin banyak di china dan beban dari penurunan cukup drastis foreign direct investment di china serta beban dari meningkatnya NPL perbankan di china yg memfasilitasi eksportir.

India yang sangat beruntung dengann pertumbuhan ekonomi 6% pada 2009. Walau politik pemilu di India suksesdan menjadi teladan, tetapi hal itu berbeda dengan wajah ekonominya. Hutang pemerintah India meningkat cukup banyak sehingga membuat Lembaga Pemeringkat Hutang menurunkan rating hutang India sehingga India harus menyediakan cost yg lebih banyak dalam memperoleh pinjaman. Dan juga India sudah cukup beruntung dengan petumbuhan ekonomi 6,5 - 6,75 % tahun 2010 ditengah beban leverage, beban penduduk dan pengangguran, serta beban foreign direct investmen yang terasa pengurangannya.

Jepang, tidak perlu dikatakan lagi. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang minus pada 2009 tentunya akan membuat yen jepang semakin menguat. Dan hal ini mempeburuk industri jepang yang rata2 skala ekspor atau subtitusi ekspor. Hal ini memukul perekonomian Jepang.

Singapura, sebagai negara pertama di ASEAN yang menyatakan dirinya kalah terhadap krisis (official recession) adalah sebagian besar industri berskala ekspor.

Dan banyak lagi negara2 lainnya seperti Taiwan, Korea Selatan, dll.

Asia adalah benua dengan penduduk terbanyak di dunia dan juga sebagai tempat banyak negara2 yang memiliki banyak juga penduduk miskin di dunia baik itu di negara maju seperti china, negara berkembang seperti Indonesia, maupun negara2 miskin dan kepulauan kecil yang jumlahnya sangat banyak di Asia.

Yang saya maksudkan dengan gelombang kedua adalah. Adanya krisis yang bertolak dari negara2 maju dan negara2 berkembang di Asia tersebut baik dari keseimbangan ekonomi makro dan kerjasama keuangan yang belum cukup kita rasakan saat ini. Adanya limpahan krisis ekonomi dari negara2 tersebut kepada Indonesia yang notabene secara keuangan masih negara kecil.

Dan juga, setahu saya hedge fund dan sistem keuangan global belum diregulasi, IMF belum diberi modal. Penerapan dari konsep pertemuan G-20 masih di awan dan belum turun ke bumi.

Dan sayangnya krisis ini masih terjadi hingga akhir tahun 2010.

Ditambah dengan was-was terhadap ancaman nuklir Korea Utara

Jalan masih sangat panjang untuk dapat kembali ke level yang normal tahun 2008 awal.

Kritik terhadap Kebijakan Ekonomi Amerika Serikat

Pemerintah AS sekarang bukannya menyikapi leveraging yang sudah tidak masuk akal sehat perekonomian lagi jika dbandingkan dengan GDP AS, tetapi malah menambah hutang AS sampai lebih dari 1 triliun USD. Tentunya hutang tersebut tidak didapat dengan gratis, tetapi melalui penerbitan surat hutang yang tentunya yieldnya akan semakin naik, harga semakin murah, akibat berlebihannya treasury bonds di pasar dan banyak investor2 luar AS yg jera untuk invest di AS.

Sebenarnya kalau di Indonesia pemberian subsidi pajak bagi sektor riil skala menengah dan kecil serta perusahaan dengan karyawan banyak atau padat karya (bukan skala besar apalagi sektor konsumsi) yang terkena dampak krisis ekonomi dan itu masuk akal karena krisis di Indonesia (syukurlah) bisa diantisipasi pada gerak yang tepat dan waktu yang tepat sehingga efeknya tidak massive seperti yang terjadi di AS. Karena kerugian di Indonesia tidak terlalu massive (relative untuk saat ini) maka pemerintah dapat melegakan pendapatannya sejenak dari sektor pajak (fiskal) untuk memberikan subsidi/insentif pajak kepada sektor riil ini agar dapat bersaing di tengah krisi yang tentunya sangat diharapkan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya. Karena dengan mempertahankan karyawan pada sektor riil tersebut dampak positifnya jauh lebh banyak daripada memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau last effort (cara terakhir) untuk menolong masyarakat marjinal yg terkena PHK.

Nah, kalau di AS kasusnya berbeda. Krisis yang terjadi adalah sangatlah massive sehingga penangan stimulus pajak pun jauh lebih besar daripada di Indonesia. Ditambah dengan ternyata pemerintah AS lebih cenderung memberikan subsidi pajak (tax rebates) kepada konsumen atau rumah tangga daripada kepada perusahaan-perusahaan yang bermodal kecil dan menengah agar bisa mempertahankan karyawannya dan dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan skala besar yang terancam bangkrut. Kesalahan fatal cara AS dalam meningkatkan konsumsi domestik yaitu tadi memberikan kemudahan pajak kepada konsumen rumah tangga yang (syukurlah) langkahnya tidak dilakukan oleh kebijakan fiskal Indonesia karena tidak produktif sebenarnya sama sekali. Karena hal itu hanya mengurangi pendapatan pemerintah dari sektor fiskal yang nantinya akan dapat dipakai untuk mengurangi beban hutang (leverage) pemerintah itu sendiri.

Sebenarnya cara yang lebih baik daripada pemberian insentif pajak kepada konsumen ada, yaitu sama seperti ketika terjadi bada topan Katrina di Amerika Serikat. Yaitu pemerintah AS (Bush, dkk) memberikan voucher yang bernilai sejumlah USD dalam jumlah lumayan kepada rumah tangga yang terkena musibah. Voucher itu sendiri mempunyai masa berlaku selama berminggu-minggu atau bisa diberi contoh 3 minggu. Jadi masyarakat harus membelanjakan vouchernya untuk membeli segaka keperluan konsumen yang otomatis akan secara Riil menngkatkan konsumen domestik AS sendiri. Dan juga hal ini akan membuat efektivitas terhadap stimulus dimana pada tax rebate atau pengembalian pajak rumah tangga (utk tujuan konsumsi) biasanya malah akan ditabung oleh rumah tangga.

But, Tax incentives and tax subsidies for economic growth in USA are estimated worked only for 2 years bro, 2009-2011. In 2011, there is a sign of certainty that the taxation rate in USA will arise at least similar with European Union such as Deutschland, France, etc. This will happened due too the heavy burden of leveraging and potential big inflation because excess of USD in capital market and it will increase cost of capital and US government needed to increase tax rates to pay all of this leverages and cost of capital.

Blogger templates made by AllBlogTools.com