MILIK PRIBUMI
Don't ask what your country can do for you, but ask what you can do for your country and it's not about the money.

Ismail Marzuki – Indonesia Pusaka

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Reff :
Indonesia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

- APB -

Budidaya Rumput Laut Euchema Catonii

Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang sangat strategis di dunia. Indonesia memiliki garis pantai yang sangat luas dengan banyaknya penduduk yang bekerja di daerah garis pantai tersebut. Indonesia juga memiliki lautan yang sangat luas beserta lahan untuk budidaya rumput laut yang luar biasa banyaknya.


Saran tentang pengelolaan rumput laut jenis Euchema cattoni dalam hal :


1. Pembudidayaan (cara tanam, cara merawat, cara memanen)

Pemilihan lokasi

Pemilihan lokasi merupakan langkah pertama yang sangat penting dan diperlukan pertimbangan pertimbangan mengenai ekologis, teknis, kesehatan sosial, dan ekonomi, serta ketentuan dari peraturan dan perundangan yang berlaku. Disamping itu perlu juga dipertimbangkan pengembangan sektor lain, seperti perikanan, pertanian, pelayaran, pariwisata, pertambangan, pengawetan dan perlindungan sumber daya alam, serta kegiatan alam lainya.

Syarat-syarat pemilihan lokasi budidaya rumput laut jenis Eucheuma adalah sebagai berikut.

a. Letak lokasi budidaya sebaiknya jauh dari pen garuh daratan dan lokasi jangan langsung menghadap laut lepas, sebaiknya yang terdapat karang penghalang yang dapat melindungi tanaman dari kerusakan akibat ombak yang kuat. Ombak yang keras akan mengakibatkan keruhnya perairan sehingga proses fotosintesis dapat terganggu, disamping itu akan menimbulkan kesulitan didalam penanaman , pemeliharaan dan pemanenan.

b. Untuk memberikan kemungkinan terjadinya aerasi, lokasi budidaya harus bergerakan air cukup, disamping itu gerakan air yang cukup bisa memberikan pasokan makanan yang kontinyu serta terhindar dari akumulasi debu air dan tanaman menempel.

c. Bila menggunakan metode lepas dasar, das ar lokasi budidaya harus keras yaitu terbentuk dari pasir dan karang.

d. Lokasi yang dipilih sebaiknya pada waktu surut terendah yang masih digenangi air sedalam 30-60 cm. Keuntungan dari adanya genangan air ini yaitu penyerapan makanan yang terus menerus, dan tanaman tidak rusak akibat sengatan sinar matahari langsung.

e. Perairan lokasi budidaya sebaiknya berpH antara 7,3 – 8,2.

f. Perairan yang dipilih sebaiknya ditumbuhi komunitas yang terdiri dari berbagai jenis makro-Algae. Bila perairan sudah ditumbuhi rumput laut alami, maka daerah ini cocok untuk pertumbuhannya.


Kecerahan

Menurut Mubarok (1990), kejernihan air sebaiknya tidak kurang dari 5 meter dengan jarak pandang horisontal. Air keruh mengandung partikel halus yang berlimpah yang akan mneutupi talus tanaman sehingga menghambat penyerapan makanan dan proses fotosintesa.


Suhu

Suhu air meskipun tidak berpengaruh mematikan namun dapat menghambat pertumbuhan rumput laut. Perbedaan temperatur air yang terlalu besar antara siang dan malam hari dapat mempengaruhi pertumbuhan. Hal ini sering terjadi di perairan yang terlalu dangkal. Rumput lut biasanya dapat tumbuh dengan baik di daerah yang mempunyai suhu antara 26 - 30ºC (Afrianto dan Liviawaty, 2001). Sedangkan menurut Angkasa (1998), suhu perairan yang baik bagi pertumbuhan Eucheuma cottonii berkisar antara 27 – 30ºC dengan fluktuasi harian 4ºC.


pH

Keasaman air (pH) yang cocok untuk pertumbuhan Eucheuma umumnya berkisar antara 6 – 9, sedangkan yang optimal adalah 6,5 (Indriani dan Sumiarsih, 1996). Sedangkan menurut Mubarok (1998), pH yang baik bagi pertumbuhanEucheuma berkisar antara 7-9 dengan kisaran optimum 7,2-8,2


Salinitas

Salinitas perairan yang cocok untuk budidaya Eucheuma cottonii umumnya berkisar antara 30-37 promil (Anonymous, 1991). Salinitas dibawah 28 promil menyebabkan rumput laut mudah terserang penyakit (Hidayat, 1994). Menurut Trono (1986), Eucheuma sp. Adalah alga yang hanya mampu mentolerir perubahan kisaran salinitas yang sempit, sehingga salinitas di bawah 30% dapat mengakibatkan pertumbuhan yang kurang baik.


Metoda Budidaya Rumput Laut Eucheuma spp.

Metode budidaya yang akan dilakukan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhanrumput laut itu sendiri. Sampai saat ini telah dikembangkan 5metode budidayarumput laut berdasarkan pada posisi tanaman terhadap dasar perairan. Metoda-metoda tersebut meliputi : metoda lepas dasar, metoda rakit apung. metode long linedan metode jalur serta metode keranjang (kantung).

Metoda budidaya rumput laut yang telah direkomendasikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan, meliputi: metoda lepas dasar, metoda apung (rakit), metode long line dan metode jalur.

Namun di dalam penerapan keempat macam metoda tersebut harus disesuaikan dengan kondisi perairan di mana lokasi budidaya rumput laut akan dilaksanakan. Uraian ketiga macam metoda tersebut adalah sebagai berikut:


1. Metode Lepas Dasar
Metode ini dilakukan pada dasar perairan yang berpasir atau berlumpur pasir untuk memudahkan penancapan patok/pacang, Namun hal ini akan sulit dilakukan bila dasar perairan terdiri dari batu karang.

Penanaman dengan metode ini dilakukan dengan cara merentangkan tali ris yang telah berisi ikatan tanaman pada tali ris utama dan posisi tanaman budidaya berada sekitar 30 cm di atas dasar perairan (perkirakan pada saat surut terendah masih tetap terendam air). Patok terbuat dari kayu yang berdiameter sekitar 5 cm sepanjang 1 m dan runcing pada salah satu ujungnya.

Jarak antara patok untuk merentangkan tali ris sekitar 2,5 m. Setiap patok yang berjajar dihubungkan dengan tali ris polyethylen (PE) berdiameter 8 mm. Jarak antara tali rentang sekitar 20 – 25 cm.

Dengan demikian untuk budidaya rumput laut dengan menggunakan metode lepas dasar berukuran (50 x 10) m2, dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:

§ Patok kayu (kayu gelam) : panjang 1 m diameter 5 cm sebanyak 275 buah

§ Tali rentang : bahan PE berdiameter 4 mm sebanyak 870 m (10 kg)

§ Tali ris: bahan PE berdiameter 6 mm sebanyak 630 m (15 kg)

§ Tali rafia : sejumlah 20 gulung besar, dan

§ Bibit seberat 50 -100 gr per ikat sebanyak 500 – 1.000 kg.

Produksi rumput laut yang diperoleh dengan metode lepas dasar ukuran 500 m2untuk setiap musim tanam (mt) adalah sebesar 4.000 – 8000 kg basah atau 437,5 – 875 kg kering (dengan konversi sekitar 8:1 ). Sebaiknya bibit dipisahkan penanganannya dengan umur lebih kurang 25 hari. Keuntungan menggunakan metode lepas dasar ini adalah memberikan pertumbuhan 3-6% /hari, sehingga kandungan karaginan dan gelnya lebih tinggi daripada metode budidaya lain.


2. Metode Rakit Apung
Metode rakit apung adalah cara membudidayakan rumput laut dengan menggunakan rakit yang terbuat dari bambu/kayu.Metode ini cocok diterapkan pada perairan berkaranq dimana pergerakan airnya didominasi oleh ombak. Penanaman dilakukan dengan menggunakan rakit dari bambu/kayu. Ukuran setiap rakit sangat bervariasi tergantung pada ketersediaan material. Ukuran rakit dapat disesuaikan dengan kondisi perairan tetapi pada prinsipnya ukuran rakit yang dibuat tidak terlalu besar untuk mempermudah perawatan rumput laut yang ditanam.

Untuk menahan agar rakit tidak hanyut terbawa oleh arus, digunakan jangkar (patok) dengan tali PE yang berukuran 10 mm sebagai penahannya. Untuk menghemat areal dan memudahkan pemeliharaan, beberapa rakit dapat digabung menjadi satu dan setiap rakit diberi jarak sekitar 1 meter. Bibit 50 -100 gr diikatkan di tali plastik berjarak 20-25 cm pada setiap titiknya.

Pertumbuhan tanaman yang menggunakan metode apung ini, umumnya lebih baik daripada metode lepas dasar, karena pergerakan air dan intensitas cahaya cukup memadai bagi pertumbuhan rumput laut. Metode apung memiliki keuntungan lain yaitu pemeliharaannya mudah dilakukan, terbebas tanaman dari gangguan bulu babi dan binatang laut lain, berkurangnya tanaman yang hilang karena lepasnya cabang-cabang, serta pengendapan pada tanaman lebih sedikit.

Kerugian dari metode ini adalah biaya lebih mahal dan waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan sarana budidayanya relatif lebih lama. Sedangkan bagi tanaman itu sendiri adalah tanaman terlalu dekat dengan permukaan air, sehingga tanaman sering muncul kepermukaan air, terutama pada saat laut kurang berombak. Munculnya tanaman kepermukaan air dalam waktu lama, dapat menyebabkan cabang-cabang tanaman menjadi pucat karena kehilangan pigmen dan akhimya akan mati.

Agar pemeliharaan bisa lebih efektif dan efesien, maka pada umumnya 1 unit usaha terdiri dari 20 rakit dengan masing-masing rakit berukuran 5 m x 2,5 m. Satu rakit terdiri dari 24 tali dengan jarak antara tali masing-masing 20 cm. Untuk setiap tali dapat diikatkan 9 rumpun tanaman, dan jarak antara rumpun yang satu dengan yang lainnya adalah 25 cm. Jadi dalam satu rakit akan terdiri dari 300 rumpun dengan berat rata-rata per rumpun 50 -100 gram atau dibutuhkan bibit sebanyak 15 – 30 kg (Asumsi : bambu tidak digunakan untuk mengikat bibit).

Sarana dan peralatan yang diperlukan untuk 1 unit rakit apung usaha budidayarumput laut yang terdiri dari 20 buah rakit berukuran 5 m x 2,5 m adalah sebagai berikut:

§ bambu berdiameter 10-15 cm sebanyak 80 batang

§ tali jangkar PE berdiameter 10 mm sebanyak 80 m atau 6 kg

§ tali rentang PE berdiameter 4 mm sebanyak 2.800 m atau 33 kg (260 m/rakit);

§ jangkar 4 buah (dari karung semen/ cor semen)

§ tali Dl 5 60 gulung (3 gulung/rakit)

§ tempat penjemuran 1,2 x 100 m

§ peralatan budidaya (keranjang, pisau, gergaji, dan parang)

§ perahu jukung, sebanyak 1 unit, dan

§ bibit sebanyak 300 – 600 kg (15 – 30 kg/rakit)

Hasil produksi yang akan diperoleh dari 1 unit yang terdiri dari 20 rakit ukuran 2,5 m x 5 m (asumsi hasil panen 8 kali berat awal) adalah sebesar 2.400 kg – 4.800 kgrumput laut basah per musim tanam(MT) atau 262,5 kg – 525 kg rumput laut kering (dengan konversi sekitar 8:1 ). Dibandingkan dengan metode lepas dasar, metode rakit apung memberikan keuntungan pertumbuhan yang lebih baik karena tanaman akan mendapatkan intensitas cahaya dan pergerakan air yang cukup.


- Metode Rawai

Metode ini pada prinsipnya hampir sama dengan metode rakit apung, tetapi tidak menggunakan bambu sebagai rakit pengapung, tetapi menggunakan pelampung dan yang biasanya digunakan sebagai pelampung adalah botol plastik

Keuntungan dari metode ini adalah tanaman terbebas dari hama bulu babi, pertumbuhan lebih cepat dan lebih murah ongkos materialnya. Saat ini hampir semua perairan Indonesia cocok untuk budidaya menggunakan metode rawai sebagai alternatif untuk budidaya Eucheuma cottonii. Keuntungan dari metode ini adalah tanaman terbebas dari hama bulu babi, pertumbuhan lebih cepat dan lebih murah ongkos materialnya. Saat ini hampir semua perairan Indonesia cocok untuk budidaya menggunakan metode rawai sebagai alternatif untuk budidayaEucheuma cottonii.


3. Metode Long Line
Metode long line adalah metode budidaya dengan menggunakan tali panjang yang dibentangkan. Metode budidaya ini banyak diminati oleh masyarakat karena alat dan bahan yang digunakan lebih tahan lama, dan mudah untuk didapat. Teknik budidayarumput laut dengan metode ini adalah menggunakan tali sepanjang 50-100 meter yang pada kedua ujungnya diberi jangkar dan pelampung besar, setiap 25 meter diberi pelampung utama yang terbuat dari drum plastik atau styrofoam. Pada setiap jarak 5 meter diberi pelampung berupa potongan styrofoam/karet sandal atau botol aqua bekas 500 ml.

Pada saat pemasangan tali utama harus diperhatikan arah arus pada posisi sejajar atau sedikit menyudut untuk menghindari terjadinya belitan tali satu dengan lainnya. Bibit rumput laut sebanyak 50 -100 gram diikatkan pada sepanjang tali dengan jarak antar titik lebih kurang 25 Cm. Jarak antara tali satu dalam satu blok 0,5 m dan jarak antar blok 1 m dengan mempertimbangkan kondisi arus dan gelombang setempat. Dalam satu blok terdapat 4 tali yang berfungsi untuk jalur sampan pengontrolan (jika dibutuhkan). Dengan demikian untuk satu hektar hamparan dapat dipasang 128 tali, di mana setiap tali dapat di tanaman 500 titik atau diperoleh 64.000 titik per ha. Apabila berat bibit awal yang di tanaman antara 50-100 gram, maka jumlah bibit yang dibutuhkan sebesar antara 3.200 kg – 6.400 kg per ha areal budidaya.

Panen dilakukan setelah rumput laut mencapai umur lebih kurang 45 hari dengan hasil panen rumput laut basah sebesar antara 25.600 kg – 51.200 kg (asumsi 1 rumpun bibit menjadi 8 kali lipat saat panen), kemudian di kurangi dengan persediaan benih untuk musim tanam berikutnya sebanyak antara 3.200 kg – 6.400 kg. Maka hasil panen basah yang siap untuk dikeringkan sebesar antara 22.400 kg – 44.800 kg atau diperoleh hasil panen rumput laut kering 2.800-5.600 kg (konversi dari basah menjadi kering 8 : 1).

Spesifikasi alat

1. Bahan dan alat utama :

§ Tali titik ukuran PE 4 mm sebanyak 870 m (10 kg)

§ Tali jangkar PE 10 mm sebanyak 750 m (50 kg)

§ Tali jangkar sudut PE 6 mm sebanyak 420 m (10 kg)

§ Jangkar tancap kayu 104 buah (jangkar karung semen 4 buah)

§ Pelampung styrofoam sebanyak 60 kg

§ Pelampung botol aqua atau dari karet sendal secukupnya

2. Sarana penunjang :

§ Perahu sampan 1 buah

§ Timbangan gantung 50 kg

§ Waring 50 m2

§ Para-para penjemuran dari kayu/bambu ukuran 6×8 m (3 unit)

§ Pisau kerja 5 buah

§ Karung plastik ukuran 50 kg (640 lembar)

3. Sarana Operasional :

§ Bibit rumput laut antara 3.200 kg – 6.400 kg

4. Produktifitas :

§ Panen pertama (PI) = antara 25.600 kg – 51.200 kg/Ha

§ Produksi = hasil panen pertama (PI) – Jumlah bibit = antara 22.400 kg – 44.800 kg

§ Berat Kering = antara 2.800 kg – 5.600 kg (konversi 8:1)

§ Waktu pembudidayaan 45 hari atau 4 – 5 kali selama 1 tahun tergantung lokasi


4. Metode Jalur
Metode budidaya rumput laut di masing-masing daerah berkembang sesuai dengan kebiasaan dan kondisi lokasi perairan di wilayah tersebut. Dari ketiga metodebudidaya yaitu lepas dasar, rakit apung dan longline telah berkembang di masyarakat beberapa metode baru, salah satunya adalah metoda jalur.

Metode ini merupakan kombinasi antara metode rakit dan metode long line. Kerangka metode ini terbuat dari bambu yang disusun sejajar. Pada kedua ujung setiap bambu dihubungkan dengan tali PE diameter 0,6 mm sehingga membentuk persegi panjang dengan ukuran 5 m x 7 m per petak. Satu unit terdiri dari 7-10 petak. Pada kedua ujung setiap unit diberi jangkar seberat 100 kg. Penanaman dimulai dengan mengikat bibit rumput laut ke tali jalur yang telah dilengkapi tali PE 0,2 cm sebagai pengikat bibit rumput laut. Setelah bibit diikat kemudian tali jalur tersebut dipasang pada kerangka yang telah tersedia dengan jarak tanam yang digunakan minimal 25 cm x 30 cm.

Untuk membuat 5 unit rakit ukuran per rakit 5 m x 35 m dengan metoda jalur diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:

Spesifikasi alat:

§ Bambu 30 batang; Tali PE Dl 5 15 gulung; Tali PE 4 mm 44 kg; Tali PE 6 mm 10 kg; Tali jangkar PE 10 mm 34 kg; Pelampung 10 buah; Jangkar 10 buah; Keranjang panen 5 buah

Sarana Penunjang :

§ Rakjemur 1 unit; Perahu dayung 1 buah; Peralatan kerja 2 paket;

Bibit :

§ Bibit: 9.200 ikatan per titik 50 – 100 gram butuh 460 kg – 920 kg untuk 5 unit ukuran 5×35 m.

Produktifitas :

§ Berat panen basah : 80% darijumlah ikatan bibit = 7.360 ikatan => Apabila Kisaran berat rata-rata panen 800 gram – 1000 gram per rumpun maka hasil panen 3.680 kg – 7.360 kg basah, Berat kering (8 : 1) = 460 kg – 920 kg, Harga jual: Rp. 3000 – Rp. 4.500/kg.


Penanaman :

Bahan yang diperlukan

Untuk lokasi pertanaman dengan ukuran (50 x 10) m2, adalah :

1. Bibit 50-100 gr per ikat = 500 - 1.000 kg.

2. Patok kayu : panjang 1 m diameter 5 cm = 275 buah

3. Tali rentang berdiameter 4 mm = 870 m

4. Tali Ris berdiameter 6 mm = 630 m

5. Tali rafia = 20 gulung besar


Setelah bahan terkumpul, lakukan penanaman mengikuti proses berikut ini.

1. Pilih bibit rumput laut (Gambar 6) yang baik dengan ciri-ciri : bercabang banyak dan rimbun, tidak terdapat bercak, tidak terkelupas, warna spesific cerah, umur 25 – 35 hari, berat bibit 50 – 100 gram per rumpun. Bibit sebaiknya dikumpulkan dari perairan pantai sekitar lokasi dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan.

2. Saat mengangkut bibit dari pantai ke lokasi pengolahan, bibit tetap terendam di dalam air laut atau dimasukkan ke dalam kotak karton berlapis plastik.

3. Bibit disusun berlapis dan berselang seling yang dibatasi dengan lapisan kapas atau kain yang sudah dibasahi air laut. Agar bibit tetap baik, simpan di dalam keranjang atau jaring dengan ukuran mata jaring kecil dan harus dijaga agar tidak terkena minyak, kehujanan maupun kekeringan.

4. Sebelum dilakukan penanaman, lakukan pengikatan bibit pada tali Ris (Gambar 7)

5. Penanaman bisa langsung dikerjakan dengan cara merentangkan tali Ris yang telah berisi ikatan tanaman. Pada tali Ris utama, posisi tanaman sekitar 30 cm di atas dasar perairan (perkirakan pada saat surut terendah masih tetap terendam air). Patok dari kayu berdiameter sekitar 5 cm panjang 1 m dan runcing pada ujung bawahnya.

6. Jarak antara patok untuk merentangkan tali Ris sekitar 2,5 m. Setiap patok yang berjajar dihubungkan dengan tali Ris polyethylen (PE) berdiameter 8 mm. Adapun jarak ideal antara tali rentang sekitar 20-25 cm.

Hal-hal yang harus dilakukan dalam perawatan adalah :

1. Bersihkan tanaman dari tumbuhan dan lumpur yang mengganggu, sehingga tidak menghalangi tanaman dari sinar matahari dan mendapatkan makanan.

2. Jika ada sampah yang menempel, angkat tali perlahan, agar sampah-sampah yang menyangkut bisa larut kembali.

3. Jika ada tali bentangan yang lepas ikatannya, sudah lapuk atau putus, segera diperbaiki dengan cara megencangkan ikatan atau mengganti dengan tali baru.

4. Waspadai penyakit ice-ice, yaitu adanya tanda bercak-bercak putih pada rumput laut. Jika ada tanda tersebut, tanaman harus dibuang, karena dapat menularkan penyakit pada tanaman lainnya. Kalau dibiarkan, tanaman akan kehilangan warna sampai menjadi putih dan akhirnya mudah putus.

5. Untuk menghindari penyakit ice-ice, lakukan monitoring terhadap setiap tanaman, sehingga jika ada tanaman memutih bisa dilakukan pemotongan. Cara lain menghindari penyakit ice-ice adalah dengan menurunkan posisi tanaman lebih dalam untuk mengurangi panetrasi banyaknya sinar matahari, karena penyakit ini biasanya terjadi pada daerah pertanaman yang terlalu tinggi dengan permukaan air. Karena itu disarankan agar tanaman berada 1 meter dibawah permukaan air.

6. Hama rumput laut yang harus diwaspadai antara lain adalah : (a). Larva bulu babi (Tripneustes sp) bersifat planktonik yang melayang-layang di dalam air, lalu menempel pada tanaman. (b). Teripang (Holothuria sp) mula-mula menempel dan menetap pada rumput laut, lalu membesar dan dapat memakan rumput laut dengan menyisipkan ujung cabang rumput laut ke dalam mulut.

Walaupun hama tersebut pengaruhnya kecil menyerang pada areal budidaya yang cukup luas, namun tetap perlu diwaspadai. Untuk menghindarinya, bisa dilakukan pemasangan jaring pada keliling areal tanaman.


Pemanenan

Pemanenan rumput laut sangat tergantung dari tujuannya. Jika tujuan memanen untuk mendapatkan bibit, pemanenan dilakukan pada umur 25 – 35 hari. Kalau ingin mendapatkan kualitas tinggi dengan kandungan Karaginan banyak, panen dilakukan pada umur 45 hari (umur ideal).

Pemanenan rumput laut dapat dilakukan dengan dua cara :

· Petama memotong sebagian tanaman. Cara ini bisa menghemat tali pengikat bibit, namun perlu waktu lama. Disisi lain, sisa-sisa tanaman rumput laut yang tidak ikut dipanen pertumbuhannya lambat, sehingga kualitasnya rendah.

· Kedua, mengangkat seluruh tanaman. Cara ini memerlukan waktu kerja yang singkat. Pelepasan tanaman dari tali dilakukan di darat dengan cara memotong tali. Kelebihan cara ini adalah, dapat melakukan penanaman kembali dari bibit-bibit rumput laut yang masih muda dengan laju pertumbuhan tinggi.


Pasca Panen

Mengingat mutu rumput laut kering (Gambar 9) bernilai lebih tinggi dibanding yang basah, perlakuan pasca panen sangat menentukan harga rumput laut.

Untuk itu, setelah panen dilakukan, segera dikeringkan langsung dibawah terik sinar matahari dengan meletakkan rumput laut pada para-para atau dialas, sehingga tidak tercampur pasir, tanah dan benda lainnya (Gambar 10)

Sambil dilakukan penjemuran, lakukan sortasi dengan cara mengambil benda-benda asing seperti batu, sampah dan lainnya. Jika cuaca baik, dalam waktu 3-4 hari rumput laut sudah kering yang ditandai dengan warna ungu keputihan dilapisi kristal garam dan a lot untuk dipatah.

Untuk mendapatkan rumput laut berkualitas dan dihargai tinggi, lakukan pengayakan untuk memisahkan pasir dan garam yang terdapat pada rumput laut.

Gambar 9

Gambar 10


Pentingnya Alat Jemur

Pada saat sekarang ini, para petani nelayan hanya mengandalkan penjemuran atau pengeringan rumput laut secara alami (Gambar 11). Agar nilai jual rumput laut bisa dihargai tinggi, para kelompok tani sangat mengharapkan adanya bantuan mesin atau alat jemur rumput laut. Dengan alat tersebut diharapkan penjemuran bisa optimal, sehingga nilai jualnya tinggi.





Best Regard,

Ardianto P. Butarbutar

Menyediakan Konsultasi Bisnis Gratis

butarbutar.ardi@gmail.com

http://groups.yahoo.com/group/konsultasiusaha/join (Free)

http://antoderman.blogspot.com

http://www.koperasisubur.com

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64 dan Kemerdekaan Produk Indonesia

Photobucket

Kabar Gembira!

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64 pada tanggal 17 Agustus 2009. Dan untuk mendukung Penggunaan Produk Dalam Negeri baik dalam Industri, Koperasi serta Usaha Kecil dan Menengah maka Saya menyediakan konsultasi usaha gratis. Tidak dipungut biaya, tetapi konsultasi melalui internet (email).


Bisa ikut di dalam diskusi di Konsultasi Usa <http://groups.yahoo.com/group/konsultasiusaha/join> dan dapat juga menjadi fans facebook Indonesian Economist <http://www.facebook.com/pages/Indonesian-Economist/123426001517?ref=nf>.




Best Regard,

Ardianto P. Butarbutar

Butarbutar.ardi@gmail.com

Menyediakan Konsultasi Usaha Gratis (Free Business Consultation)

http://antoderman.blogspot.com

http://www.koperasisubur.com

Stock Analysis

Saya harap ke depannya saya bisa membuat artikel stock analysis setidaknya mengenai portofolio stock saya. Sampai saat ini dari portofolio investasi saya yang masih terbuka hanya satu akun yang negatif secara floating profit/loss dengan kerugian Rp. 13.500.000. Selain itu profit sehinggal akumulasi profit yang ada yaitu Rp. 857.625.000. (Gambar 1 dan Gambar 2)

Stock Chart IHSG Sabtu, 19 Juli 2009


Stock Chart INDF Sabtu, 19 Juli 2009

IHSG menurun 11,59 poin atau - 0,55% hari Jumat ini karena tragedi Bom Jakarta 2009. Adapun ini membuat banyak saham indikator makroekonomi seperti perbankan menurun seperti BBRI, BBCA dan BMRI dan sejumlah saham lainnya seperti INDF. Namun TLKM mampu bertahan positif 150 poin atau + 1,91%.

Semoga ke depannya pemulihan terhadap hal ini dapat segera dilakukan oleh semua pihak yang berwenang agar kepercayaan makroekonomi terhadap Indonesia dapat pulih dengan segera.

Kepemimpinan dan Sistem

Photobucket


Pemimpin yang baik harus bisa menciptakan sistem yang baik. Dan sebaliknya, sistem yang baik harus bisa menciptakan calon-calon pemimpin yang baik. Jadi ada konvergensi yang sama pentingnya. Dan relatif wajar apabila pihak-pihak yang berseberangan yaitu pemimpin dan orang2 dalam sistem berbeda pendapat. Karena keduanya melihat dalam sudut pandang yang berbeda tetapi tetap menganggap pemimpin dan sistem yang baik sama-sama dibutuhkan. Pemimpin yg baik tentu menganggap sistem yg baik sangat dibutuhkan. Orang-orang dalam sistem tentu menganggap kita memerlukan kepemimpinan yang baik. Itu hal yang sangat alami di dalam suatu tataran komunitas.

Pada zaman saat ini dimana masih terbawa pada pola pikir feodal atau raja dan masyarakat memang relatif lebih diperlukan sosok seorang pemimpin tunggal. Oleh karena itu relatif untuk saat ini saya menekankan perlunya menjaga agar pemimpin zaman sekarang harus benar2 bersih dan benar2 solid baik dalam karakter maupun substansinya karena metode kepemimpinan saat ini masih sangat mencondongkan pada individualisme semata. Jadi untuk saat ini kepemimpinan harus sangat dijaga sosok siapa dibelakang the most ultimate power tersebut.

Tetapi untuk ke depannya, saya sangat berharap ada perbaikan sistem secara lokal, regional dan global. Seperti mencontoh Uni Eropa dengan sistem bersamanya, dimana setiap hal dan ketentuan dijalankan dengan saling mengawasi dan saling mengatur sehingga dapat terlihat tidak ada dominasi baik dalam sektor keuangan maupun dalam hak asasi manusia. Bahkan uni eropa mencetuskan ketentuan untuk memikirkan unit usaha terkecil dahulu dalam membuat suatu kebijakan ekonomi. Jadi uni eropa adalah cerminan sistem yang bagus untuk dunia ke depannya.

Indonesia juga saat ini bagus, dimana Presiden dan pemerintahan dikelilingi oleh komisi-komisi yang baik peraturannya, mahkamah konstitusi yang mengawasi uud 1945, dan segala lembaga yang saling mengawasi lainnya. Ini juga adalah tata sistem pemerintahan yang sangat baik menurut saya dan perlu dikembangkan semaksimal mungkin beserta sistem pemerintahan yang dijalankan oleh partai politik. Keseimbangan ini harus benar-benar dijaga terus menerus.

Hal ini karena Power Tendent to corrupt, and ultimate power corrupts absolutely. Oleh karena itu perlu sangat amat dijaga agar yg memiliki ultimate power tersebut benar2 orang yang bersih dan solid pada kepribadian dan ilmunya. Tetapi sekali lagi untuk ke depannya perlu ditekankan perubahan power pada individu kepada pola saling pengawasan antar lembaga untuk menciptakan keseimbangan sistem dan saling mengkoreksi agar tercipta suatu kehidupan yang benar2 dibutuhkan oleh segenap manusia.

Untuk ke depannya keseimbangan antara komisi2 independen, mahkamah konstitusi dan sistem pemerintahan partai politik harus diseimbangkan. Karena saya dengan nyata melihat bahwa ada upaya2 nyata yang mengarah kepada amputasi kekuatan terhadap komisi-komisi ini. Padaha komisi-komisi dan sistem pemerintahan politik ini bertugas saling mengkoreksi dan saling memperbaiki demi keutuhan bangsa.

Contohnya :
1. UU Tipikor yang kurang ingin diulas oleh DPR sampai Menteri Hukum dan HAM mencak2 mengatakan DPR tidak serius membahas UU Tipikor. Dan pembongkaran paksa kewenangan KPK sebagai ujung tombak pemberantasan koruptor dan reformasi birokrasi Indonesia.
2. Komisi Perlindungan Saksi dan Korban sampai sekarang masih lumpuh dan tidak berjalan padahal lembaga ini sangat penting untuk membuat hukum di Indonesia berjalan solid dan konsekuen.
3. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi sudah tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Dan lembaga2 negara lainnya yang bertugas saling memperbaiki sistem Republik Indonesia ini.
4. Badan Pemeriksa Keuangan sedang dilucuti nilai-nilainya oleh penyaringan ketua dan pemimpin BPK yang tidak demokratis. Dan bahkan anggota2 DPR yang mencalonkan diri menjadi pemimpin BPK. Hal itu sama saja dengan DPR interview dirinya sendiri.

Banyak upaya-upaya dari POWER (yg tendents to corrupt) saat ini yang berupaya mencegah adanya perbaikan dan saling koreksi sistem di dalam Republik Indonesia. Dan kita harus menyadarinya dan berupaya memperbaikinya.


Pemimpin salah satu tujuan utamanya adalah mewujudkan persatuan. Tetapi persatuan saat ini hanya dapat terwujud apabila kebutuhan ekonomi masyarakat sudah terpenuhi sehingga masyarakah sudah dapat hidup sejahtera. Ketika kebutuhan dasar seseorang dan masyarakat tidak terpenuhi seperti kesejahteraan para pedagang kaki lima di daerah2 wisata yg jarang pengunjung, atau petani yang kesulitan permodalan dan pupuk, jangan harap persatuan dapat terbina.

Walau saya mengakui, persatuan selain oleh kesejahteraan dapat juga semakin erat oleh spiritualitas dan latar belakang kultur historis. Tetapi tetap saja itu hanya penambah rasa persatuan. Sama halnya dengan mengapa Indonesia bersatu merdeka? Karena untuk memperjuangkan sistem kesejahteraan yang merata bagi bangsa Indonesia dan hak-hak ekonomi mereka dirampas oleh VOC.

Dalam tatanan kepemimpinan. seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang siap sedia untuk turun kapanpun rakyat yang dibawahnya menuntut dia untuk mundur. Pemimpin tanpa dukungan rakyat adalah bukan pemimpin. Pemimpin yang didukung oleh rakyat adalah pemimpin. Pemimpin harus siap apapun kemauan rakyat dan sanggup memberikan keteladanan dalam sikap kepemimpinannya.

Tetapi dalam tatanan sistem dibawahnya terlepas dari sudut pandang pemimpin, yaitu dalam tatanan sistem pemimpin hanyalah contoh. Pemimpin di mata sistem yang memang diharuskan dapat mandiri ini, sosok pemimpin yaitu figur, ibarat lukisan di dinding rumah yang dapat inspirasi ketika melihatnya. Karena sistem harus bisa berjalan mandiri terlepas dari siapapun pemimpinnya.

Dalam pembangunan masyarakat harus mencontoh pembangunan aspek terkecil dari masyarakat yaitu individu. Kekuatan terbesar seseorang ada pada tekad dirinya sendiri. Kekuatan terbesar seseorang ada pada kemauannya untuk merubah nasibnya sendiri dengan kerja keras. Kekuatan terbesar seseorang TIDAK ada di luar dirinya sendiri. Dengan membuat seseorang sadar kalau dia adalah ciptaan Tuhan yang paling diutamakan di bumi tercinta ini, maka ia dapat mempunya mental yang mandiri tanpa perlu bergantung kepada orang lain.

Sehingga jika diakumulasikan dalam masyarakat hasil yang didapat sama saja. Mengganti kata seseorang di paragraf di atas dengan kata masyarakat maka didapat
Kekuatan terbesar masyarakat ada pada tekad masyarakat itu sendiri. Kekuatan terbesar masyarakat ada pada kemauannya untuk merubah nasibnya sendiri dengan kerja keras. Kekuatan terbesar masyarakatg TIDAK ada di luar masyarakat itu sendiri. Dengan membuat masyarakat sadar kalau kita adalah ciptaan Tuhan yang paling diutamakan di bumi tercinta ini, maka kita dapat mempunya mental yang mandiri tanpa perlu bergantung kepada orang lain.

Maka kita harus membuat diri kita dan nembuat masyarakat sadar kalau kekuatan itu ada di dalam diri kita dan masyarakat kita sendiri dan bukan pada orang atau bangsa lain. Tetapi tetap kita HARUS berperilaku secara sportif terhadap orang-orang atau bangsa-bangsa lain sesuai etika yang berlaku.

Cara Mengatasi Krisis Ekonomi Korea Utara

Kunci sebuah negara itu dapat menjadi negara maju ada tiga yaitu:
1. Supremasi Hukum di atas semuanya dan Kemauan yang Tegas menindak Korupsi
2. Mendukung Supremasi Ekonomis Kenegaraan dan Mendukung Penuh Teknologi
3. Perlindungan Hak-hak Asasi Manusia dan hak-hak sipil serta kesehatan warga negara

Saat ini negara maju di Asia yang menerapkan ketiganya baru Jepang. Kalau di luar ada Amerika Serikat dan negara-negara besar di Uni Eropa.Republik Rakyat Tiongkokerat kaitannya secara ideologis dan geografis dengan Korea Utara, sehingga sangat diharapkan peran politik luar negerinya untuk menstabilkan krisis ekonomi Korea Utara yang berekses ke hal-hal sosial baik dalam negeri maupun luar negeri Korea Utara. Di dalam Korea Utara haruslah ketiga prinsip negara maju di atas harus diterapkan satu persatu, yaitu supremasi hukum (serta anti korupsi), supremasi ekonomi dan teknologi serta supremasi hak-hak asasi manusia (serta hak-hak sipil).

Sebenarnya jika ditinjau lebih lanjut, Republik Rakyat Tiongkok masih baru menerapkan dua dari prinsip di atas,yaitu hanya :
1. Supremasi Hukum di atas semuanya dan Kemauan yang Tegas menindak Korupsi
2. Mendukung Supremasi Ekonomis Kenegaraan dan Mendukung Penuh Teknologi

dan belum menerapkan yang terakhir yang juga sangat penting yaitu :
3. Perlindungan Hak-hak Asasi Manusia dan hak-hak sipil serta kesehatan warga negara

Saya melihat, jika tiga aturan tersebut berlaku secara tegas yaitu supremasi hukum, supremasi ekonomi dan teknologi serta supremasi hak-hak asasi manusia (serta hak sipil jg), maka tidak memandang sistem apa yang diterapkan di negara tersebut (demokratis, komunis, republik, federal, kerajaan, dll) atau agama apapun yg dianut, sangat besar kemungkinan dan potensi negara tersebut menjadi negara maju.

Sehingga saya sangat berharap RRT sebagai salah satu negara terbaik dunia dapat membuktikan diri dan pengaruhnya menjadi duta perdamaian dunia di Korea Utara dengan memberikan bantuan ekonomi dan sosial terhadap krisis sosial ekonomi yang saat ini menimpa Korea Utara dalam segala hal termasuk ketiga hal di atas untuk menjunjung tinggi kestabilan kawasan dan perlindungan hak-hak asasi manusia dan hak-hak sipil yang dilaksanakan oleh RRT melalui kebijakan luar negerinya kepada Korea Utara.

Cara mengatasi krisis ekonomi Zimbabwe

Review dan analisis ekonomi Zimbabwe

Kita ketahui bahwa Zimbabwe adalah negara dengan tingkat hiperinflasi yang sangat tinggi di dunia yaitu 213 persen. Hal ini diakibatkan oleh defisit Zimbabwe adalah 240% dari GDP mereka. Sehingga pemerintah Zimbabwe mengatasi krisis tersebut dengan terus menerus mencetak uang yang tentu saja meningkatkan beban hutang mereka. Pencetakan uang sangat berlebih ini memicu Dolar Zimbabwe mengalami devaluasi yang besar pula.

Tentunya keadaan ini sudah pasti akan memicu keadaan hiperinflasi yang luar biasa pada Zimbabwe. Sehingga Zimbabwe terpaksa menghilangkan 12 digit angka dari nilai uangnya untuk mengurangi cost of printing.

Kondisi hiperinflasi ini mengakibatkan nilai mata uang zimbabwe yaitu dollar zimbabwe tidak laku di pasar karena jumlahnya sangat berlebihan. Karena kondisi inflasi setinggi itu membuat harga barang di pasar akan berkali lipat dua kali setidaknya dalam sehari. Karena kondisi hiperinflasi akan membuat nilai uang sebagai penyimpan nilai dan alat tukar akan sama sekali jatuh sehingga tidak laku sama sekali.

Untuk hal ini, maka pemerintah Zimbabwe perlu mengganti mata uangnya dengan mata uang yang relatif stabil. Dan badan dunia perlu membuat suatu lembaga sejenis African Development Bank, yang gunanya akan memerikan pinjaman pembangunan berbunga rendah bagi sektor pendidikan, pertanian, dan kesehaan. Dan juga perlu dibentuk fasilitator penyuluhan bagi pertanian di Zimbabwe untuk dapat menggunakan teknologi pertanian dan irigasi supaya dapat menekan inflasi dari sisi supply.

Waspada Masalah Ekonomi dalam bidang Lingkungan

Hujan dan badai yang relatif lebih tinggi tahun dan tahun depan ini dibanding tahun lalu ini harus diantisipasi oleh pemerintah Indonesia at dengan selalu memperbaharui informasi penyuluhan ekonomi pertanian, perkebunan dan perikanan. Karena masalah pemanasan global akan semakin dahsyat sampai waktu-waktu ke depannya.Oleh karena itu tentunya data tahun lalu akan kurang terpakai karena tahun ini tantangannya lebih berat.

Pemerintah harus bisa bekerjasama dengan Bank Indonesia, Bank Nasional dan Bank Pembangunan Daerah dalam pengembangan ekonomi sumber daya alam. Semua pihak yang berwenang dan berwajibi harus bisa memperbaharui, mensosialisasikan informasi, serta memberikan akses permodalan yang tepat kepada para petani, pekebun, dan nelayan supaya mereka dapat memperluas cakupan usahanya dan dapat meningkatkan manajemen resiko terhadap perubahan iklim global yang semakin hebat tahun ini.

Pelatihan Manajemen Resiko Sumber Daya Alam (pertanian, perkebunan dan perikanan) untuk beradaptasi terhadap krisis pemanasan global dan ancaman krisis pangan global oleh karenanya HARUS diberikan oleh pemerintah bekerja sama dengan instansi-instansi negara dan pemerintahan serta Bank Indonesia.

Dan pemerintah haruslah memberikan akses infrastruktur yang lebih luas dan banyak kepada para petani dan pekebun karena sudah dipastikan jalanan Indonesia khususnya di kawasan pertanian dan perkebunan sudah rusak berat karena diakibatkan selain jalanannya berada di sektor pedalaman juga karena sangat kurangnya perawatan terhadap infrastruktur yang ada.

Untuk hal ini, pemerintah harus bekerjasama meningkatkan akses masyarakat ekonomi pertanian dan perkebunan dalam infrastruktur yang sangat kurang di kawasan pertanian, perikanan dan perkebunan khususnya pedalaman (kawasan pertanian dan perkebunan) ini agar dapat meningkatkan PDB Indonesia dan yang jauh kebih penting, meningkatkan dan menjaga kapasitas KETAHANAN PANGAN Republik Indonesia yang kita cintai ini.

NB : Pemerintah di sini adalah Pemerintah Pusat dan Pemerintah-pemerintah Daerah

Masalah Pendidikan Indonesia

Sudah sejak lama bangsa ini digerogoti oleh kemunduran dalam kemajuan pendidikan.

Negara itu dapat disamakan dengan rumah tangga keluarga. Sehingga dalam setiap aspek pengaturannya, dapat dikonotasikan dengan bagaimana mengatur sebuah rumah tangga yang harmonis di dalam dan rukun dengan tetangga.

Rumah tangga Indonesia kita ini memiliki halaman yang sangat luas, dengan banyak tanah dan sumber kolam air yang subur sampai2 banyak tetangga yang bernafsu untuk mengontrak setiap lahan rumah tangga kita di belakang rumah, di depan rumah, dan di samping rumah untuk dieksploitasi dan dikirim ke rumah mereka sendiri.

Dan kita memang terpaksa menerima mereka? Kenapa ? Kita tidak punya pilihan. Selain karena kita dipaksa untuk menerima mereka karena kita mempunyai mental penakut kalau kita tidak mengizinkan mereka mengontrak lahan2 rumah tangga kita nanti kita akan dibalas, keperluan kita akan komisi yang didapat dengan kontrakan kita. Dan alasan yg paling vital adalah, kita tidak tahu bagaimana mengolah lahan kita sendiri.

Bayangkan! Ayah dan ibu kita sendiri lebih mendahulukan tetangga untuk mengontrak lahan kita karena ayah dan ibu kita tidak tahu bagaimana mengolah lahan rumah kita sendiri ???? Dan bukannya membiarkan anak-anaknya untuk mengolah lahan-lahan milik sendiri, ayah dan ibu kita malah lebih peduli dengan aturan dari kepala desa yang memberlakukan bahwa setiap rumah tangga harus menghancurkan pagar pengaman rumahnya sehingga setiap teman-teman kepala desa dan terutama kepala desanya sendiri berhak untuk mengeksploitasi setiap lahan rumah tangga yang ada untuk keuntungan pribadinya sendiri.

Dan dimana ayah dan ibu kita berdiri????

Sebuah rumah tangga yang baik adalah rumah tangga yang memandang jauh ke depan. Sebuah keluarga yang baik adalah sebuah keluarga yang tidak mau anaknya miskin dan bodoh seperti dirinya, sampai-sampai kepala rumah tangganya rela mencari hutang kesana kemari, bekerja sampai larut malam, dan ibunya rela bekerja di pasar pagi menjual sayuran dan beras untuk keperluan pendidikan dan sekolah anaknya, agar anaknya lebih pintar dan bijak daripada dirinya serta tidak egois.

Tetapi apakah yang terjadi ???

Kepala rumah tangga malah sibuk mencari hutang hanya untuk memenuhi pemikiran dangkalnya yaitu hanya memikirkan "Kalau besok anak istri saya sudah bisa makan nasi uduk, ayam, baso, dan sayur yang enak kiriman tetangga yang bahan-bahannya diambil dari kebun saya sendiri, wuiiihhhhh itu saja sudah cukup kok. Ngapain saya harus repot-repot kerja sampai larut malam untuk perhatikan sekolah anak saya sendiri. Gitu aja kok repot??? "

Perpustakaan Gratis Online

1. Universitas Indonesia

http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/


2. Institusi Keuangan - Bank Indonesia

Jurnal Ekonomi
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Jurnal+Ekonomi/

Materi Seminar dan Kertas Kerja
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi...ateri+Seminar/

Perbankan dan Stabilitas Keuangan
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi...itas+Keuangan/

Kebijakan Moneter
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Kebijakan+Moneter/

Publikasi lainnya
http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Publikasi+Lain/


Luar Negeri

1. HARVARD (HHID)


2.Journal Free Stanford University






Umum

Directory of Open Access Journals (DOAJ)
(Note : free, full text, quality controlled scientific and scholarly journals)


World libraries
Vol. 1, no. 1 (Summer 1990)-


Times Higher Education
31 October 1994 onwards




Ekonomi

Bank for International Settlements (BIS): Publications & Statistics
includes Annual Reports (67th Annual Report: 1st April 1996 - 31st March 1997 onwards), Working Papers (No. 1, Apr. 1980 onwards), BIS Papers, International Financial Statistics, etc.

Annual report / Hongkong Electric Holdings Limited
Free access from 1996-


Bank of England: Annual Report
2000 -2005

Bank of England: Minutes & Press Notices
(Jun. 1997)-


Bank of England: Quarterly Bulletin
1994 - 2005


Business Expectations Survey: Commerce & Services Sectors (Dept. of Statistics)
1st Quarterly (2001)-


CEPR (Centre for Economic Policy Research) Discussion Papers (Australian National University)
DP 396 (1999)-


The Cutting Edge (NUS Business School)
Iss. 1 (Feb/Mar 2004)-


Finance & Development
Vol. 33, no. 1 (Mar. 1996)-


Financial Stability Report (Bank of England)
Issue 1 (Autumn 1996) -


International journal of entrepreneurship and innovation (Swetswise)
Vol. 6, no. 1 (Feb. 2005)-


Ivey Business Journal Online -
Vol. 66, No. 6 (Sep./Oct. 2002)-


Public Finance (CIPFA)
1998 -


Today's Manager Magazine (SIM)
(Feb.-Mar. 1999)-


World Development Report
1978 -




Ilmu Sosial dan Seni

Bright Lights
Issue 16 (Apr. 1996) -


Comparative Literature and Culture
Vol. 1, no. 1 (Mar. 1999) –


Contrary
Autumn 2003 –


International Journal of Design
E-ISSN : 1994-036X
Fulltext from Vol. 1, no. 1 (April 2007)-

International Journal of Educational Management (Emerald)
Vol. 8, no. 1 (1994)-


Jump Cut (Media Studies)
Issue 1 (May-June 1974) -


Leonardo Electronic Almanac
Vol. 1 (Sep 1993)-


Media Studies Journal (Freedom Forum)
Vol. 14, no. 3 (Fall 2000) issue

Teknik dan Matematika

Acoustical Research Letters Online - ARLO (ASA)
(Mar. 1999 - Dec. 2005)

American Ceramic Society Bulletin (ACS)
(Aug. 1998)-

Chemistry ?An Asian Journal (Wiley)
Vol. 1, no. 1/2 (July. 2006)- Complimentary Online Access until 2007

Chemical Innovation (ACS)
Archive: Vol. 30, no. 9 (Sep. 2000)-Vol. 31, no. 12 (Dec. 2001)
Archive: Vol. 30, no. 1 (Jan. 2000)-Vol. 30, no. 8 (Aug. 2000) incomplete: full-text available for selected articles only
(Note : From 2002 onwards, ceased publication. Previous title was "CHEMTECH")

CHEMTECH (ACS)
Archive: Vol. 28, no. 2 (Feb. 1998)-Vol. 29, no. 12 (Dec. 1999) incomplete: full-text available for selected articles only
(Note : From 2000 onwards, title changed to "Chemical Innovation")

Computers in Physics (AIP)
Archive: Vol. 11, iss. 1 (Jan. 1997)-Vol. 12, iss. 6, (Nov. 1998)
(Note : From 1999 onwards, title changed to "Computing in Science and Engineering")

Distributed Systems Engineering (IOP)
Archive: Vol. 1, no. 1 (Sep. 1993)-Vol. 6, no. 4 (Dec. 1999)
(Note : Discontinued)

Education Statistics Digest Online (MOE)
1990-2005

EURASIP Journal on Wireless Communications and Networking
Vol. 2004, no. 1 (1 Aug 2004)-

Geochemistry, Geophysics, Geosystems (AGU Digital Library)
1999-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Geophysical Research Letters (AGU Digital Library)
1974-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Global Biogeochemical Cycles (AGU Digital Library)
1987-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

IBM Journal of Research and Development (IBM) -
Vol. 41, nos. 1/2 (1997)-

IEEJ Transactions on Electrical and Electronic Engineering (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (May. 2006)- Complimentary Online Access until 2007

The Industrial Physicist
Vol. 1, no. 1 (Jul. 1995)-

Journal of Biomechanics (Elsevier) -
Vol. 31, iss. 1 (Nov. 1997)-

Journal of Chemical Education
Vol. 22 , no. 1 (Jan. 1945)

Journal of Geophysical Research (AGU Digital Library)
1896-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Journal of Machine Learning Research
Vol. 1 (Oct. 2000)-

Laser Physics Review (Wiley)
No issues available yet- Complimentary Online Access until 2007

New Journal of Physics (IOP)
Vol. 1 (1998-1999)-

Nonlinear Processes in Geophysics (AGU Digital Library)
1994-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Philosophical Transactions. Mathematical, Physical and Engineering Sciences (Royal Society)
Vol. 355, no. 1722 (15 Jan 1997)- except current 2 years
Archive: Vols. 354-356, 1996-1998 [via JSTOR, moving wall: 5 yrs]

Reviews of Geophysics (AGU Digital Library)
1963-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Terra et aqua : international journal on public works, ports, and waterways development
issue 59 (Jun. 1995)-

Water Resources Research (AGU Digital Library)
1965-2002 (Complimentary Online Access until end of 2008)

Science & Technology Review
Jul 1995 -

CIO.com & CIO Magazine (CXO Media Inc.) - Computing (IT)
(15 Sep 1994)- incomplete

DB2 Magazine (CMP Media/IBM)
Vol. 1, No. 1 (Winter 1996)-

Zapiski Nauchnyh Seminarov POMI (Math)
Vol. 249, (1997)-

Optics Express (OSA)
Vol. 1, no. 1 (7 July 1997)-

Medis dan Kesehatan

AgBioForum (University of Missouri-Columbia, EMAC)
Vol. 1, no. 1 (1998)-


Applied and Environmental Microbiology (ASM)
Vol. 61, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mths


Antimicrobial Agents and Chemotherapy (ASM)
Vol. 39, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mth


Biotechnology Journal (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Jan. 2006)- Complimentary Online Access throughout 2006


Cancer Research (AACR)
Vol. 59, no. 1 (Jan. 1999)- except current 12 mths


BMJ.com
Vol. 308, no. 1 (Jan. 1994)


ChemMedChem (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Jan. 2006)- Complimentary Online Access throughout 2006


Clinical and Diagnostic Laboratory Immunology (ASM)
Vol. 2, no. 1 (Jan. 1994)- except current 6 mths


Clinical Microbiology Reviews (ASM)
Vol. 8, no. 1 (Jan. 1988)- except current 12 mths


Contrast Media & Molecular Imaging (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Jan/Feb 2006)- Complimentary Online Access until 2007


Drug Metabolism Disposition
Vol. 25, no. 1 (1997)-Vol. 33, no. 12 (2005)


Endocrine Reviews (Endocrine Society)
Vol. 13, no. 1 (Feb. 1992)- except current 12 mths


Endocrinology (Endocrine Society)
Vol. 130, no. 1 (Jan. 1992)- except current 12 mths


Environmental Health Perspectives
Vol. 2 (1972)-


Eukaryotic Cell (ASM)
Vol. 1, no. 1 (Feb. 2002)- except current 6 mths


Evidence-Based Child Health: A Cochrane Review Journal (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Mar. 2006)- Complimentary Online Access until 2007


Genetic Engineering News (GEN) (Mary Ann Liebert, Inc.)
Vol. 25, no. 1 (Jan. 2005)-


Infection and Immunity (ASM)
Vol. 1, no. 1 (Jan. 1970)- except current 6 mths


Journal of Bacteriology (ASM) -
Vol. 177, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mths


Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (Endocrine Society)
Vol. 82, no. 1 (Jan. 1997)- except current 12 mths


Journal of Clinical Microbiology (ASM) -
Vol. 33, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mths


Journal of Hospital Medicine (Wiley)
Vol. 1, no. 1 (Mar. 2006)- Complimentary Online Access until 2007


Learning and Memory (Cold Spring Harbor Laboratory Press)
Vol. 5, no. 1 (May 1998) - Vol. 11, no. 6 (Nov. 2004)

Microbiology and Molecular Biology Reviews (ASM)
Vol. 59, no. 1 (Mar. 1995)- except current 12 mths

Molecular and Cellular Biology (ASM)
Vol. 15, no. 1 (Jan. 1995)- except current 6 mths


Molecular Biology of the Cell
Vol. 8, no. 10 (Jan. 1997)- issues more than 12 months old are free


Molecular Endocrinology (Endocrine Society)
Vol. 11, no. 1 (Jan. 1997)- except current 12 mths


Notes and Records of the Royal Society of London (Royal Society)
Vol. 57, no. 1 (Jan 2003)- except current 2 years
Archive: Vols. 1-52, 1938-1998 [via JSTOR, moving wall: 5 yrs]


Philosophical Transactions. Biological Sciences (Royal Society)
Vol. 352, no. 1349 (29 Jan 1997)- except current 2 years
Archive: Vols. 329-353, 1990-1998 [via JSTOR, moving wall: 5 yrs]


PLoS (Public Library of Science) Biology
Vol. 1, no. 1 (Oct. 2003)-


PLoS (Public Library of Science) Clinical Trials
Vol. 1, no. 1 (Oct. 2006)-


PLoS (Public Library of Science) Computational biology
Vol. 1, no. 1 (2005)-


PLoS (Public Library of Science) Genetics
Vol. 1, no. 1 (2005)-


PLoS (Public Library of Science) Medicine
Vol. 1, no. 1 (2004)-


PLoS (Public Library of Science) Pathogens
Vol. 1, no. 1 (2005)-


Proceedings. Biological Sciences (Royal Society)
Vol. 264, no. 1378 (22 Jan 1997)- except current 2 years
Archive: Vols. 241-265, 1990-1998 [via JSTOR, moving wall: 5 yrs]


Proceedings. Biological Sciences. Biology Letters (Royal Society)
Vol. 1, no. 1 (2005)-


Recent Progress in Hormone Research (Endocrine Society)
Vol. 56 (2001)- except current 12 mths


Webology
Vol. 3, no. 3 (Sep. 2006)

Kritik untuk Kebijakan Stimulus Ekonomi Indonesia

Dalam resesi ekonomi ini dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun dalam kuartal I 2009 dan harga-harga komoditas terutama harga minyak jatuh merupakan pertanda pemerintah harus melakukan intervensi pasar tidak hanya tetap waktu tetapi juga tepat sasaran. Dengan rasio hutang Indonesia yang relatif masih sehat sebagai syarat utama, maka adanya pelaksanaan situlus ekonomi sehingga membebankan APBN Indonesia sampai defisit 2,5% tahun 2009 ini adalah hal relatif wajar.

Maka Indonesia harus mengadakan pembangunan di segala bidang terutama bidang-bidang yang langsung mengena di dalam perekonomian dan mempunyai dampak berlipat ganda terhadap produktivitas masyarakat. Stimulus ekonomi haruslah ditekankan pada pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, fasilitas produktivitas masyarakat, fasilitas pengembangan sumber daya manusia dan stimulus di dalam bidang teknologi. Sehingga ketika krisis sudah selesai, bangsa kita sudah siap bertarung di zona persaingan ekonomi dengan kekuatan penuh yang dipersiapkan tahun ini dan juga stimulus ini dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi secara sementara di dalam periode resesi ekonomi yang sangat langka ini.

Tetapi nampaknya jalan stimulus di Kantor Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan rada memble nih. Sudah pertengahan tahun tetapi yg jalan masih sangat sedikit. Birokrasi stimulus antara Depkeu dan K/L harus diperlancar dan akuntabilitasnya harus dijaga untuk mengatasi hal ini. Harus ada Biro Stimulus Pembangunan Ekonomi yg berada di bawah Menko Ekonomi dan Menkeu untuk memudahkan jalannya stimulus ekonomi. Penjalanan stimulus ekonomi Indonesia harus meniru China dimana efisiensi dan efektivitas sangat berbuah manis dan dilaksanakan secara kuat pengawasan, tepat waktu, dan tepat guna dalam menggerakkan ekonomi nasional Indonesia.

Blogger templates made by AllBlogTools.com